Kontraktor Penyuap Bupati Muara Enim Jalani Sidang Perdana Besok

Selasa, 19 November 2019 19:03 Reporter : Irwanto
Kontraktor Penyuap Bupati Muara Enim Jalani Sidang Perdana Besok KPK geledah kantor Penyuap Bupati Muara Enim. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Tipikor Palembang bakal menggelar sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek jalan melibatkan Bupati nonaktif Muara Enim Ahmad Yani. Tersangka pertama duduk di kursi pesakitan adalah kontraktor pemberi suap, Robi Okta Fahlevi.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Palembang Hotnar Simarmata mengungkapkan, sidang digelar terbuka untuk umum, Rabu (20/11) pagi. Persidangan dipimpin Ketua PN Palembang Bongbongan Silaban selaku hakim ketua dibantu hakim anggota, Abu Hanafiah dan Junaidah.

"Rencananya besok mulai digelar sidangnya, terbuka untuk umum," ungkap Hotnar, Selasa (19/11).

Selain dapat disaksikan dan dihadiri secara langsung, masyarakat juga bisa mengakses hasil persidangan di website resmi PN Palembang.

Diketahui, Robi tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani dan Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Elfin Muhtar, Senin (2/9). Mereka diduga terlibat dalam kasus suap 16 proyek peningkatan dan pembangunan jalan di kabupaten itu.

Robi selaku pemilik PT Enra Sari diduga memberikan fee kepada Ahmad Yani sebesar sepuluh persen dengan nilai proyek Rp130 miliar. Dia dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Ahmad Yani melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan tersangka Elfin melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini