Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha

Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis 200 mata di RS Maranatha Bandung, membantu pasien kembali melihat terang dan menjalani hidup lebih mandiri.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyerahkan bantuan Operasi Katarak Gratis untuk 200 Mata ke Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bandung, dr. Hj. Yuli Irnawati Mosjasari, M.M. dan perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr.Rizal A. Fanany, SpM(K). ((N.I.Tessar))

Komitmen PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi 200 mata di Rumah Sakit (RS) Maranatha, Bandung. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang secara konsisten dijalankan Sido Muncul di bidang kesehatan masyarakat.

Bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat serta RS Maranatha, kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan agar kembali mendapatkan penglihatan yang lebih baik dan menjalani hidup secara mandiri.

Hingga saat ini, katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia. Dampaknya tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial karena menurunkan produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Di tengah antrean operasi yang panjang dan keterbatasan ekonomi, bakti sosial ini menjadi bagian dari solusi nyata yang dihadirkan Sido Muncul.

Filosofi Sosial yang Dijaga Lebih dari Satu Dekade

Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan kata sambutan di kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi 200 mata di Rumah Sakit Maranatha, Bandung. (N.I.Tessar)

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menegaskan bahwa operasi katarak gratis bukanlah kegiatan sesaat, melainkan bagian dari filosofi hidup dan komitmen sosial perusahaan yang telah dijalankan secara konsisten sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Sejak tahun 2011, Sido Muncul bersama dengan Perdami dan rumah sakit telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Kami akan terus konsisten melakukan operasi katarak gratis karena penderita katarak di Indonesia masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu,” kata Irwan Hidayat saat seremoni penyerahan bantuan Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha Bandung, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun jumlah penderita katarak terus bertambah. “Setiap tahun bertambah sekitar 1 persen, artinya sekitar 280 ribu orang per tahun. Jadi ini pekerjaan yang akan terus ada, tidak akan selesai. Karena ini penyakit degeneratif. Pemerintah ada BPJS, dan kami masuk di sela-sela itu,” tambahnya.

Menurut Irwan, kegiatan CSR bukan semata bagian dari promosi perusahaan, melainkan kesempatan untuk berbuat kebaikan secara nyata. “Jadi, saya menggunakan seluruh kemampuan dana Sido Muncul untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

“CSR ini bukan hanya promosi, tapi memberi kontribusi nyata. Pada kesempatan ini, kami bekerja sama dengan PERDAMI dan RS Maranatha. Kegiatan seperti ini adalah kesempatan bagi kami untuk berbuat kebaikan. Banyak orang sakit tanpa kemampuan finansial, inilah saatnya kita membantu,” tambah Irwan.

Memulihkan Penglihatan Berarti Mengembalikan Harapan

Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR. (N.I.Tessar)

Bagi RS Maranatha, keterlibatan dalam bakti sosial operasi katarak gratis ini bukan sekadar kegiatan medis, melainkan bagian dari misi kemanusiaan yang berdampak langsung pada kehidupan pasien. Operasi katarak tidak hanya memulihkan fungsi penglihatan, tetapi juga membuka kembali peluang bagi pasien untuk menjalani hidup secara mandiri dan produktif.

Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, menegaskan bahwa katarak memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar gangguan kesehatan mata. 

“Katarak dapat menurunkan produktivitas, mengurangi kemandirian, serta menurunkan kualitas hidup seseorang. Karena itu, kegiatan bakti sosial ini bukan hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga mengembalikan harapan, kemandirian dan martabat pasien,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak pasien katarak yang selama ini bergantung pada bantuan keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ketika penglihatan kembali membaik, pasien dapat kembali beraktivitas, bekerja, dan berinteraksi secara sosial tanpa keterbatasan. Dalam konteks ini, operasi katarak menjadi intervensi yang memberi dampak jangka panjang, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, RS Maranatha menyiapkan dukungan medis yang menyeluruh. Rumah sakit menyediakan dua ruang operasi khusus, poli kontrol pasca operasi, serta layanan respons selama 1x24 jam untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau setelah tindakan. Sebanyak 10 dokter spesialis mata dilibatkan dalam kegiatan ini agar seluruh prosedur dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Kolaborasi dengan Sido Muncul dan PERDAMI Pusat, menurut dr. Ferdinan, menjadi contoh sinergi yang efektif antara dunia usaha, profesi medis, dan fasilitas kesehatan dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Kolaborasi Berkelanjutan

Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hj. Yuli Irnawati Mosjasari, MM. (N.I.Tessar)

Apresiasi atas pelaksanaan bakti sosial ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hj. Yuli Irnawati Mosjasari, MM, menilai program operasi katarak gratis yang dilakukan Sido Muncul bersama RS Maranatha dan PERDAMI Pusat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kesakitan mata di wilayahnya.

“Terima kasih kepada Sido Muncul, RS Maranatha, dan PERDAMI Pusat yang selalu membantu Kabupaten Bandung dalam menurunkan angka kesakitan mata,” kata Yuli Irnawati.

Ia menegaskan bahwa katarak masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan bakti sosial dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan akses.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini tidak hanya berdampak pada capaian kesehatan jangka pendek, tetapi juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Dengan semakin banyak warga yang kembali mendapatkan penglihatan optimal, produktivitas dan kemandirian masyarakat pun dapat meningkat.

Pemerintah Kabupaten Bandung berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berperan aktif dalam penanganan masalah kesehatan yang masih dihadapi masyarakat.

Peran Swasta dalam Menjawab Tantangan Nasional Katarak

Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K). (N.I.Tessar)

Dari sisi organisasi profesi, Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak PERDAMI Pusat, dr. Rizal A. Fanany, SpM(K), menegaskan bahwa katarak hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan berskala nasional.

“Setiap tahun ada sekitar 28 ribu kasus baru katarak. Sampai 2023, cakupan operasi katarak di Indonesia baru sekitar 47 persen. Jadi ini sudah menjadi masalah nasional,” kata dr. Rizal.

Ia menjelaskan bahwa tingginya angka kasus baru membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani katarak di Indonesia. Oleh karena itu, keterlibatan sektor swasta seperti Sido Muncul dinilai sangat strategis dalam menutup kesenjangan layanan.

“Kasus baru ini tidak mungkin seluruhnya ditangani pemerintah. Kalau 10 persen saja bisa ditangani lewat bakti sosial, termasuk hari ini bersama Sido Muncul, itu sudah sangat membantu,” ujarnya.

Menurut dr. Rizal, program operasi katarak gratis tidak hanya mempercepat penanganan pasien, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menurunkan angka kebutaan nasional. Kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, rumah sakit, dan organisasi profesi kesehatan menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.

Saat Penglihatan Kembali Membuka Harapan Hidup

Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Bpk Engkos, pasien penerima manfaat. (N.I.Tessar)

Manfaat langsung dari program ini dirasakan para penerima bantuan. Engkos, salah satu pasien operasi katarak, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menjalani tindakan medis yang telah lama dinantikannya. Dengan penglihatan yang kembali membaik, ia kini dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.

Pengalaman serupa dirasakan Iis Suhaeti (52), warga Margahayu Tengah. 

“Setahun terakhir penglihatan mulai nggak kerasa jelas, mulai blur. Di mata itu kayak ada lemak di dalamnya,” tuturnya.

Konsisten Hadir untuk Sesama, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha
Ibu Iis Suhaeti, pasien penerima manfaat. (N.I.Tessar)

Setelah menjalani operasi, ia merasakan perubahan signifikan. 

“Alhamdulillah sangat bermanfaat sekali. Sekarang penglihatan jadi jernih, bisa lihat jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Samri (59), pedagang sayur keliling asal Margaasih, menceritakan proses operasi yang berjalan lancar. 

“Alhamdulillah, lancar. Kira-kira sekitar 15 menit,” katanya. Dengan mata yang kembali terang, ia berharap dapat terus bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. 

“Terima kasih banyak,” ucapnya.

Melalui konsistensi bakti sosial seperti ini, Sido Muncul terus menghadirkan dampak nyata, bukan hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga membuka kembali jalan hidup, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi banyak orang.

Rekomendasi