Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kondisi Terkini RSD Wisma Atlet: IGD Penuh, Isak Tangis dan Dilema Nakes

Kondisi Terkini RSD Wisma Atlet: IGD Penuh, Isak Tangis dan Dilema Nakes RSD Wisma Atlet Kemayoran. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sejumlah rumah sakit melaporkan lonjakan pasien akibat penularan Covid-19 yang makin meningkat. Tidak jarang, rumah sakit terpaksa menolak pasien masuk karena kondisi tempat tidur serta oksigen yang penuh.

Kondisi mengkhawatirkan juga terjadi di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Data Rabu (30/6), pasien yang dirawat di RSD tersebut mencapai, 7.167 orang.

Seorang Tenaga Kesehatan menceritakan kondisi terkini RSD Wisma Atlet. Menurut dia, ruang IGD sudah seperti ICU. Penuh dengan alat monitor jantung.

"Pasien IGD 100 perburukan semua. Sebagian di bed sebagian di kursi dan lorong RS. IGD rasa ICU. Suara monitor, isak tangis keluarga saat dikabarkan pasien meninggal. Ya Allah, Ya Tuhan. Kuatkanlah kami semua," cerita @elsaoktaviaaa dalam akun Twitternya, dikutip merdeka.com, Rabu (30/6).

Tidak cuma itu, dia juga bercerita tentang kebutuhan oksigen yang menjadi alat medis utama untuk membantu pasien Covid-19. Diketahui, Covid-19 menyerang saluran perpanasan.Dia mengisahkan, setiap oksigen datang, tenaga kesehatan berebut untuk para pasien yang tengah ditangani. Setiap ada yang meninggal, tenaga kesehatan menjadi dilematis. Dari puluhan pasien sesak dari ruangan, mana pasien yang bisa diprioritaskan untuk diobservasi di IGD.

"Gimana kami tidak burnout," katanya.

Pasien IGD 100 perburukan semua. Sebagian di bed sebagian di kursi dan lorong RS. IGD rasa ICU. Suara monitor, isak tangis keluarga saat dikabarkan pasien meninggal. YaAllah Ya Tuhan. Kuatkanlah kami semua…..

— oktaviaelsaa (@elsaoktaviaaa) June 30, 2021

Dia melanjutkan, setiap oksigen datang, para tenaga kesehatan sangat senang. Dia pun mengajak masyarakat yang masih bisa berpanas dengan baik patut bersyukur.

“Situasi pandemi ini ngingetin kita buat enggak lupa bersyukur untuk kita yang masih bisa bernapas dengan tanpa bantuan oksigen dari luar,” tulis dia.

Setiap oksigen datang, nakes berebutan ambil buat pasien. Setiap ada yg meninggal, nakes dilematis dari puluhan pasien sesak dari ruangan yg bisa diprioritaskan utk diobservasi di IGD. Gimana kami tidak burnout.

— oktaviaelsaa (@elsaoktaviaaa) June 30, 2021

Para tenaga kesehatan pun saling menguatkan satu sama lain. Salah satunya Dokter Spesialis Paru Efri. Dia merupakan dokter di RS Persahabatan Jakarta yang juga bertugas di RSD Wisma Atlet.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu memantau perkembangan keterisian tempat tidur di Wisma Atlet. Dia pun mengungkap, saat ini kondisi Wisma Atlet hampir penuh.

Jokowi mengatakan, setiap pukul 10.00 WIB dan pukul 24.00 WIB, selalu meminta informasi terbaru terkait RS Wisma Atlet dari Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut drg. M. Arifin.

Sempat pada saat itu, Jokowi mendengar bahwa keterisian tempat tidur di RS Wisma Atlet mencapai 92%. "Pernah September itu 92 persen. Saya betul-betul sudah gemetar dan grogi betul, 92 persen," bebernya.

Walaupun demikian, kondisi pun berangsur turun. Kini kembali naik mencapai 90 persen.

"Dari 92 sudah turun jadi 15 persen. Sudah senang sekali kita saat itu. Tetapi begitu ada liburan, hari ini saya harus ngomong apa adanya, 90 persen," kata Jokowi.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP