Komnas HAM selidiki tewasnya 31 orang di lubang bekas tambang batubara di Kaltim

Jumat, 9 November 2018 01:33 Reporter : Saud Rosadi
Komnas HAM selidiki tewasnya 31 orang di lubang bekas tambang batubara di Kaltim 31 tewas di lubang bekas tambang batubara di Kaltim. ©Istimewa

Merdeka.com - Komnas HAM bergerak menyelidiki tewasnya 31 orang yang tewas di kolam bekas tambang batubara, di Kalimantan Timur dalam kurun waktu 8 tahun terakhir. Mereka juga melakukan monitoring terkait rekomendasi yang pernah mereka keluarkan di tahun 2016 lalu.

Dari buku dengan format digital yang diperoleh merdeka.com, Komnas HAM mengeluarkan pertimbangan dan rekomendasi ke dalam buku 'Pelanggaran HAM dalam Kasus Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur'. Buku yang diterbitkan 27 Juni 2016 itu, setebal 55 halaman.

Diantaranya, Komnas HAM mengeluarkan rekomendasi hukum kepada Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim dan jajaran, Wali Kota dan Bupati, Menteri ESDM, KPK, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan korporasi, yang tertera pada halaman 49 hingga halaman 53.

"Benar, Komnas HAM lagi di sini jam 1 siang tadi, diantaranya mereka baru saja menemui kami," kata Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, Pradarma Rupang, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (8/11).

Rupang mengatakan, banyak hal yang ditanyakan perwakilan Komnas HAM kepada Jatam. Diantaranya, soal 31 nyawa melayang di lubang bekas tambang batubara.

"Mereka bukan komisioner. Tapi, tim untuk menggali data dan informasi," ujar Rupang.

"Mereka juga memonitoring terkait rekomendasi yang pernah mereka keluarkan, di tahun 2016 lalu, juga terkait korban meninggal di lubang bekas tambang. Waktu itu, ada 25 orang korban dan sekarang bertambah 6 orang jadi 31 korban," tambah Rupang.

Monitoring Komnas HAM, menurut Rupang, terkait dijalankan atau tidaknya rekomendasi di 2016 itu.

"Rekomendasi ditujukan diantaranya ke Pemda dan kepolisian. Dari kami, setelah korban jadi 31 orang, kami juga sudah bersurat ke Komnas HAM bahwa rekomendasi Komnas HAM itu tidak dijalankan," sebut Rupang.

Sebelumnya, Minggu (4/11) lalu, bocah A (13), jadi korban ke-31 tewas di lubang bekas tambang, di Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Sebelumnya, dia juga sedang bermain dan berenang di kolam bekas tambang itu. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini