Komnas HAM Periksa Handphone Brigadir J

Rabu, 27 Juli 2022 13:56 Reporter : Bachtiarudin Alam
Komnas HAM Periksa Handphone Brigadir J Komisioner Komnas HAM Choirul Anam jumpa pers. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali melanjutkan pemeriksaan atas kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Kali ini yang akan didalami berkaitan dengan bukti rekaman CCTV dan dokumen digital dari gawai.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, jika pendalaman tersebut dilakukan dengan melihat barang bukti yang dimiliki Siber Bareskrim dan Digital Forensik Mabes Polri.

"Ya hari ini kami mau minta keterangan terkait siber dan terkait digital forensik, siber itu terkait komunikasi yang basisnya handphone atau yang lain kalau ada. Yang kedua adalah soal CCTV bagaimana CCTV," katanya, Rabu (27/7).

Dia mengungkapkan, pihaknya telah meminta agar barang bukti baik rekaman CCTV maupun bukti dokumen digital yang ada di tiga gawai, salah satunya gawai Brigadir J untuk diperlihatkan kepada Komnas HAM.

"Kami minta barangnya ditunjukan pada kami, kalau video kami minta videonya ditunjukan pada kami. Kalau CCTV kan video, enggak mungkin dicopot itu kamera punya nya orang, marah orangnya, videonya kami minta tunjukkan," jelasnya.

Termasuk soal rekaman CCTV rusak di rumah dinas serta ketika perjalanan Irjen Pol Ferdy Sambo dari Magelang ke Jakarta yang baru-baru ini berhasil diamankan penyidik.

"Semua yang terkait digital forensik dan cyber kami minta untuk dibuka kepada kami, kalau video tunjukkan pada kami, kalo berupa benda Hp misalnya tunjukkan pada kami, isinya apa," ujarnya.

Bahkan, Anam juga akan mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian soal pengakuan keluarga Brigadir J yang mengaku mengalami peretasan usai kabar kematian diterima keluarga.

"Termasuk itu, kenapa kok terjadi peretasan? Karena kami juga punya bahan misalnya ada soal peretasan, ada soal blokir, apa yg disebut blokir apa yang disebut peretasan nanti kami tanya," ucap dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat Irjen. Pol. Slamet Uliandi kepala divisi tik polri yang memimpin rombongan sekitar pukul 12.43 Wib masuk ke gedung Komnas HAM, Menteng Jakarta Pusat. Tak ada keterangan yang diberikan tim saat masuk ke gedung.

Untuk diketahui jika selama kasus ini berlangsung, berdasarkan keterangan pihak kepolisian terkait CCTV hanyalah rekaman perjalanan dari Jakarta -Magelang, ketika Irjen Pol Ferdy Sambo melangsungkan perjalanan dinas.

Sedangkan untuk rekaman di rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta dikabarkan telah rusak. Usai insiden baku tembak pada Jumat (8/7) lalu mencuat ke media tiga hari setelahnya.

2 dari 2 halaman

Pemeriksaan Komnas HAM

Adapun, pekan ini Komnas HAM akan terus memanggil pihak pihak terkait dan para ahli. Dalam proses penyelidikannya Komnas HAM mengumpulkan keterangan awal dari pihak keluarga Brigadir J.

Pada Senin (26/7), Tim Forensik Polri memenuhi panggilan Komnas HAM. Dalam pertemuan itu, Komnas HAM melontarkan banyak pertanyaan terkait autopsi.

Kemudian pada hari ini, Selasa (26/7), Komnas HAM memanggil semua aide de camp (ADC) atau ajudan Sambo, termasuk Bharada E sebagai orang yang dituduh melakukan penembakan.

Sedangkan selama pekan ini, Komnas HAM telah menjadwalkan beberapa agenda pemeriksaan diantaranya dengan pihak Laboratorium Forensik (Labfor) Polri terkait penggunaan senjata oleh Bharada E dan Brigadir J.

Bahkan, dalam waktu dekat Komnas HAM juga akan memintai keterangan dari Sambo dan istrinya. Namun, untuk waktunya kapan belum diumumkan, karena pemanggilan akan disampaikan di atas jam 18.00 WIB setiap hari pada pekan ini.

Sekedar informasi jika kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB. Turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan dari Bharada E.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dengan perkara pelecehan, dan pengancaman serta kekerasan terhadap Istri Ferdy Sambo.

Sementara untuk kasus lainnya pun juga ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang turut mengusut kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Laporan itu dilayangkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. [fik]

Baca juga:
Polri: Ekshumasi Jenazah Brigadir J Diawasi Komnas HAM dan Kompolnas
Fakta Baru Kematian Brigadir J, Terungkap Jarak Ditembaknya
Usai Ajudan Ferdy Sambo, Hari Ini Komnas HAM Periksa CCTV Terkait Kematian Brigadir J
Kasus Brigadir J, Komnas HAM Ungkap Mekanisme Pemeriksaan Enam Ajudan Ferdy Sambo
Pengakuan Panjang Lebar Bharada E saat Diperiksa Komnas HAM
Wajah Bharada E, Ajudan Irjen Ferdy Sambo Usai Diperiksa Komnas HAM
Reaksi Bharada E Usai Jalani Lima Jam Pemeriksaan di Komnas HAM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini