Komisi I sebut teror di tanah air bermotif balas dendam ISIS
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menduga teroris di Indonesia terafiliasi dengan jaringan teroris internasional, salah satunya kelompok Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS). Jaringan ini menyebar terbagi dalam beberapa sektoral di negara-negara benua Asia, salah satunya Indonesia.
Teranyar, Polri yang berhasil menangkap dan melumpuhkan tujuh terduga teroris, tiga di antaranya tewas ditembak, di sejumlah lokasi di Indonesia. Dalam sehari, Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan operasi di 4 tempat, di antaranya Banten, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.
"Sekarang teroris bukan koordinasi di level nasional tapi punya jaringan di internasional. Mereka miliki sektor-sektor misalnya Asia Tenggara, Asia Selatan. Ini dilihat dari motif dan model dari gerakan. Misalnya bersama gerakan itu ada kegiatan di Indonesia, Malaysia, Turki dan lain-lain," kata Tubagus saat dihubungi, Kamis (22/12).
Serangkaian aksi teroris di Indonesia, kata dia, ada kaitannya dengan motif balas dendam karena kantong-kantong kekuasaan ISIS berhasil dihancurkan. Oleh sebab itu, aksi balas dendam dilakukan ISIS dilakukan secara desentralisasi di negara-negara tempat tinggal jaringan mereka.
"Dalam konteks balas dendam karena ISIS dihancurkan lalu perlawanan desentralisasi di negeri-negeri tempat tinggal mereka," terangnya.
Tubagus menyebut kekuatan ISIS belum lah habis. Mereka masih memiliki kekuatan baik dari segi komunikasi hingga logistik. Oleh karenanya, ISIS masih berpotensi menebar teror di objek-objek vital negara-negara di Asia termasuk Indonesia.
"Mereka masih miliki kemampuan baik sistem komunikasi, koordinasi dan logistik. Dari dua itu dapat disimpulkan ISIS atau teroris walaupun dihancurkan bukan hilang tapi makin nyata. Dengan modus ngebom, dilihat sasarannya strategis punya nilai baik politik maupun nilai politik internasional," tandasnya.
Adapun target dari jaringan teroris dalam waktu dekat adalah perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Jika teroris berhasil melancarkan aksinya di satu lokasi, maka salah satu tujuan mereka dinilai berhasil.
"Target buat dia saat 25 Desember dan 1 Januari karena keduanya sifatnya internasional. Kalau ada kasus meletup disatu titik maka dunia tahu dan tujuan teror tercapai yaitu ada ancaman teror meskipun di kecamatan yang dilakukan teroris. Ini bentuk laproan mereka kepada pimpinan di sana," pungkasnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya