Komisi I DPR akan Panggil Menhan, Panglima TNI, Menlu Hingga BIN Bahas Natuna

Senin, 13 Januari 2020 19:23 Reporter : Merdeka
Komisi I DPR akan Panggil Menhan, Panglima TNI, Menlu Hingga BIN Bahas Natuna Anggota Komisi I DPR Sukamta. ©Liputan6.com/Radityo

Merdeka.com - Komisi I DPR berencana memanggil seluruh mitra membahas kegaduhan kapal China masuk ke perairan Natuna, Kepulauan Riau. Mitra Komisi I yang akan dipanggil di antaranya, Kementerian Luar Negeri, TNI, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, BIN dan Bakamla.

"Kami merencanakan mengundang mitra kami seperti Kementerian Luar Negeri, TNI, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI, BIN, dan Bakamla, Kamis rapat bersama ingin tahu detil masalah secara teknis," kata Anggota Komisi I DPR Sukamta saat diskusi bertemakan Kedaulatan RI Atas Natuna bersama Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) di Jakarta, Senin (13/1).

Sukamta memandang secara teknis, pengamatan di kawasan laut Natuna terjadi tumpang tindih. Apakah dilakukan Bakamla atau TNI Angkatan Laut. Dia menilai ada perbedaan walau tak mencolok.

Oleh karena itu, DPR ingin mendengar, memberikan dukungan secara politik terkait polemik di Natuna. Dia melihat, salah satu masalahnya adalah pemerintah belum memberdayakan seluruh potensi ekonomi secara maksimal.

"Wilayah kita luas sekali tetapi kita tak memberdayakan ekonomi secara maksimal di situ. Ini jadi persoalan yang nanti kalau diperlukan pemerintah membuat proposal anggaran APBN. Saya kira DPR punya suara di situ untuk memperkuat," yakin politisi PKS ini.

1 dari 1 halaman

Sukamto berharap, kawasan Natuna dapat lebih diperkuat ke depannya. Jika Badan Keamanan Laut atau Bakamla yang menjadi garda terdepannya, maka diharapkan pemerintah dapat menambah armada dan sumber daya mereka.

"Jelas armadanya harus diperkuat, kalau kita lihat coast guard China yang mengawal nelayannya kan ukuran kapal tonasenya lebih besar daripada KRI kita. Tentu kita berharap Bakamla kita perkuat kasih armada yang cukup dan sumber daya yang cukup untuk mengamankan ke depannya," tandas Sukamta.

Reporter: M Radityo [ray]

Baca juga:
Ngabalin Minta Fadli Zon Tak Asal Bicara Terkait Kunjungan Jokowi ke Natuna
Indonesia Dinilai Gagal Berdiplomasi dengan China Terkait Sengketa Natuna
Indonesia Diminta Tak Tergoda Tawaran Kerja Sama China di Natuna
Penasehat Menteri KKP Curiga Bukan Nelayan China yang Masuk Laut Natuna
Susi Pudjiastuti Minta Presiden Jokowi Tangkap dan Musnahkan Kapal Pencuri Ikan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini