KMP Tribuana kandas di Merak, evakuasi penumpang butuh 9 jam
Merdeka.com - KMP Tribuana, kapal ferry yang melayani penyeberangan antara Merak-Bakauheuni kandas di Pulau Kecil Merak. Petugas harus menunggu selama sembilan jam dan menurunkan tiga kapal pandu (tagboat) untuk mengevakuasi penumpang kapal tersebut.
Manager Usaha Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Nana Sutisna mengatakan, kapal itu berangkat dari Pelabuhan Bakauheni pukul 21.50 WIB dan hendak bersandar di Pelabuhan Merak pada Pukul 00.15 WIB.
"Namun ketika hendak mengambil haluan kapal terjebak pada air yang dangkal akibat surutnya air laut. Kapal tidak bisa bergerak tersangkut di karang dan terpaksa harus menunggu air kembali pasang untuk dilakukan evakuasi," ujar Nana.
Nana menambahkan kapal yang berisi ratusan penumpang tersebut akhirnya dapat dievakuasi dan berhasil bersandar di Pelabuhan Merak, setelah menunggu selama sembilan jam. "Kami menunggu air pasang dulu supaya kapal mengapung. Akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan tiga kapal tagboat, sekitar pukul 09.15 WIB, pagi tadi," kata Nana.
Di lokasi berbeda, Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, Baptis Soegiharto menjelaskan kandasnya kapal itu karena terseret arus yang kuat ketika nakhoda mengambil posisi haluan kapal.
"Kapal Tribuana terdorong arus saat memutar haluan, sehingga tersangkut karang yang ada di Pulau Merak Kecil," kata Soegiharto.
Dia menambahkan kondisi kecepatan angin perairan merak saat kejadian 11 knot. "Wajar jika kecepatan angin sebesar itu mampu mendorong kapal yang hanya berkecepatan minimum," kata dia.
Laporan: Edo Dwi (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya