Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah pilu Nurlia lihat anaknya tenggelam di Sungai Mahakam

Kisah pilu Nurlia lihat anaknya tenggelam di Sungai Mahakam Ibu kandung Nurlia. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Siang tadi menjadi hari begitu menyedihkan bagi Nurlia (40), warga Selili, Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Putrinya, Sukmawati berusia 18 tahun, terjatuh dari pinggir Pelabuhan Samarinda ke Sungai Mahakam, lalu tenggelam seketika. Nurlia melihat sendiri peristiwa itu.

Tidak banyak yang bisa diucapkan Nurlia, saat merdeka.com menemuinya di pelabuhan Samarinda. Jarum jam sore ini tadi menujukkan pukul 15.43 WITA. Matanya berkaca-kaca, menahan duka mendalam. Meski demikian, dia masih bisa berbagi cerita.

Nurlia bercerita, sekitar jam 14.30 WITA sebelumnya, KM Adithya meninggalkan pelabuhan Samarinda, berlayar menuju Parepare. Dia dan putrinya, Sukmawati, kesehariannya memang berdagang asongan di pelabuhan.

Keduanya lantas makan bareng, usai berjualan. Rencananya pun, balik pulang ke rumah di Selili. Namun apa kata, takdir berkata lain. Di situlah awal peristiwa itu.

"Waktu mau pulang, dia (Sukmawati) mau buang botol ke sungai," kata Nurlia, saat berbincang bersama merdeka.com, Kamis (21/6).

Sukmawati, gadis cantik pedagang asongan di pelabuhan itu, penyandang disabilitas. Dia memiliki kelainan pada kakinya, sehingga berjalan dengan kakinya menjadi tak normal.

"Kaki anak saya tersangkut (selang air) di pinggir pelabuhan, kemudian terjatuh ke sungai. Saya kejar, lihat sudah tidak ada," ujar Nurlia.

Nurlia tidak bisa lagi melanjutkan perbincangan. Dia terlihat begitu sedih, untuk mengingat kejadian yang dia lihat sendiri.

Tuti (48), salah satu keluarga Nurlia menambahkan, Sukmawati memang tidak bisa berenang. "Tadi mau buang botol dulu, sebelum pulang. Kakinya memang tersangkut, Waktu dicek mamanya (Nurlia), Sukma sudah tidak ada. Tenggelam di sungai. Yang muncul cuma tasnya aja," kata Tuti.

Pelabuhan Samarinda yang berjarak dekat dengan Polsek Kawasan Pelabuhan langsung menjadi ramai, setelah tahu Sukmawati terjatuh ke sungai dan tenggelam. Tim SAR Brimob Polda Kaltim dan Basarnas pun, tiba di lokasi kejadian bersama relawan kebencanaan untuk melakukan pencarian.

"Kejadiannya benar. Sesaat setelah kapal Adhitya berangkat, kita dapatkan laporan anak tenggelam. Kondisi korban memang dikabarkan disabilitas, tidak bisa berenang. Sekarang masih dicari," kata Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda AKP Budiarso, dikonfirmasi merdeka.com.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP