Kisah Pilu Istri di Surabaya Ditinggal Suami Usai Lahirkan Bayi Hydrocephalus

Rabu, 4 Desember 2019 18:55 Reporter : Erwin Yohanes
Kisah Pilu Istri di Surabaya Ditinggal Suami Usai Lahirkan Bayi Hydrocephalus Istri di Surabaya ditinggal Suami Karena Lahirkan Bayi Cacat. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Dina Oktavia (21), ibu dari Muhammad Pandhu Firmansyah, tak menyangka jika bayinya yang berumur lima bulan menderita penyakit Hydrocephalus. Penderitaan batin Dina makin bertambah lantaran sang suami tak bisa menerima keadaan sang anak lalu pergi meninggalkan mereka.

Ditemui merdeka.com di rumah Rusunawa Gunungsari, Dina bersedia berbagi cerita. Sejak putra pertamanya lahir 5 bulan lalu, sang suami tidak pernah mendampingi maupun menjenguk anak istrinya. Saat lahir, kondisi fisik Pandhu, sapaan akrab sang anak, tidak sempurna.

Informasi dari dokter, secara medis sang anak diketahui tengah menderita penyakit yang disebut Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele.

"Itu katanya karena kena virus yang berasal dari hewan. Dan saat saya hamil, kebetulan saya pernah digigit tikus sampai berdarah di kaki," ujarnya, Rabu (4/12).

Akibat penyakit tersebut sang anak mengalami ketidaksempurnaan fisik. Terutama pada bagian wajah.

"Saya sedih melihat anak saya. Tapi saya menerimanya dengan apa adanya. Beda dengan suami, yang justru tidak mau menerima kondisinya. Saat tahu kondisi Pandhu, dia (suami) malah pergi jalan-jalan sama teman-temannya," katanya.

Tidak hanya itu, sang mertua yang sejak awal tidak merestui hubungan pernikahannya, juga tidak pernah sekalipun menjenguk sang cucu. Hal itu yang membuatnya semakin yakin untuk menggugat cerai sang suami.

Keinginan itu (cerai) pun bak gayung bersambut. Sang suami sempat mempersilakan Dina mengurus gugatan perceraian. Namun, dengan syarat semuanya ditanggung sendiri oleh Dina selaku penggugat.

"Dia bilang suruh nanggung sendiri biaya perceraian. Padahal dia tahu saya tidak bekerja dan orangtua saya orang tidak mampu," tambahnya.

Kisah Dina ini menjadi perbincangan dunia maya. Setelah viral, sang suami pernah mendatanginya dan meminta agar mengurungkan niatnya bercerai. Dina bergeming lantaran sudah terlanjur sakit hati. Dia tetap bertekad berpisah dengan sang suami. "Saya tetap (bercerai). Saya akan merawat Pandhu," tegasnya.

1 dari 2 halaman

Pendampingan Hukum

Dina sempat khawatir dengan perilaku sang suami. Sebab, saat sang suami mendatanginya di rumah lama, kawasan Jojoran Stal, Gubeng, Surabaya, ia sempat bersikap tidak sopan. Hal itu, diungkapkannya saat menerima kunjungan dari rombongan pengacara dari DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya.

Ketua DPC Peradi Surabaya, Hariyanto menyatakan kesiapan memberikan bantuan dan pendampingan hukum pada Dina, jika kelak memang akan berperkara dengan sang suami. Dia menyarankan Dina tidak takut untuk memproses hukum jika ada persoalan dikemudian hari dengan sang suami. Namun, dia juga berpesan agar tidak melarang sang suami jika nantinya ingin menjenguk sang anak.

"Kita siapkan para pengacara nanti dari Peradi untuk mendampingi mbak Dina. Namun pesan saya, jangan melarang atau menghalangi jika nanti suami ingin menjenguk anaknya ya," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Harapan Dina

Selama ini, Dina telah menerima dengan lapang dada kondisi fisik sang anak, Muhammad Pandhu Firmansyah. Dia bertekad membesarkan sang buah hatinya itu dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

Saat ini, dia masih fokus pada kesehatan sang anak. Dia cukup bersyukur mendapatkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak.

"Saat ini cairan di kepala sudah dikurang. Saya hanya berharap pada kesembuhan Pandhu saja," harapnya.

Ke depan, untuk merawat sang buah hati, dia berencana membuka usaha kecil-kecilan demi menopang hidup. Sebab, selama ini dirinya tidak bekerja demi merawat sang buah hati.

"Tapi dulu saya pernah membuat minuman kemasan yang saya jual secara online. Sekarang ini masih berhenti, karena fokus pada Pandhu. Mudah-mudahan nanti kalau semuanya sudah selesai, saya akan usaha kecil-kecilan lagi," ungkapnya. [noe]

Baca juga:
Angka Balita Stunting di Bekasi Mencapai 16,7 Persen
Perlukah Anak SD juga Mendapat Vaksin HPV?
Menggoyang Kepala untuk Mengeluarkan Air Bisa Sebabkan Cedera Otak pada Anak
Waspada! Gigi Berlubang pada Ibu Hamil Bisa Menyebabkan Kelahiran Prematur
Begini Tips Sehat yang Harus Dilakukan orangtua untuk Memberi Wewangian pada Anak

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini