Kisah Ananda Mikola, Paskibraka Nasional asal Banyuwangi yang anak nelayan

Jumat, 24 Agustus 2018 16:40 Reporter : Endang Saputra
Kisah Ananda Mikola, Paskibraka Nasional asal Banyuwangi yang anak nelayan Ananda Mikola. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu putra Banyuwangi berhasil terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional tahun 2018. Dia adalah Ananda Mikola. Usai menunaikan tugasnya, Ananda pun pulang kampung dan menceritakan pengalamannya kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko saat di Banyuwangi, Jumat (24/8).

Di hadapan Wabup, Ananda menceritakan pengalaman berkesannya saat bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus lalu. Ananda merupakan pengerek bendera pada Upacara Penurunan Bendera yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Itu adalah pengalaman yang sangat mengesankan dan berharga dalam hidup saya. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, pokoknya sangat bangga dan luar biasa bisa menjadi bagian Tim Paskibraka Nasional," kata Ananda yang saat ini kelas dua di SMKN 17 Agustus Kecamatan Cluring ini.

Ananda Mikola ©2018 Merdeka.com

Dan hal yang paling membanggakannya, adalah saat bisa bertemu dan berjabat tangan langsung dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

"Seperti enggak percaya. Soalnya membayangkan saja belum pernah. Maklum saya ini anak desa, cuma anaknya nelayan. Tidak pernah terpikir bisa ke istana negara dan ketemu Presiden. Ternyata saya bisa bertemu langsung sama beliau," ucapnya terharu.

Momen bertemu dengan Presiden itu mengingatkan Ananda pada mendiang ibunya yang telah meninggal dunia beberapa bulan lalu. Tepatnya, saat dirinya tengah mengikuti seleksi paskibraka di tingkat provinsi.

"Saat bersalaman dengan Pak Jokowi, saya langsung ingat ibu. Ibu, saya bisa di sini, batin saya waktu itu. Saya yakin, beliau akan ikut bangga kalau melihat anaknya bisa jadi tim paskibraka di istana negara. Apalagi jadi Paskibraka adalah cita-cita saya sejak kecil yang ibu tahu," kata dia sambil menahan air mata.

Ananda mengungkapkan, terpilihnya dia menjadi petugas pengerek bendera itu di luar dugaannya. Saat pendaftaran di Jakarta, dia telah ditetapkan sebagai pasukan 8, pasukan inti pengibar bendera. Dia ditunjuk sebagai pengerek bandara, satu jam sebelum upacara berlangsung.

"Deg-degan juga, tetapi saat ditunjuk tidak terlalu kaget, karena memang selama latihan kami digembleng untuk siap di posisi manapun. Jadi enjoy dan percaya diri saja melaksanakan tugas. Dan syukur, semua berjalan dengan lancar," ujar Ananda.

Selama menjalani latihan, Ananda juga mendapatkan banyak pengalaman berharga. Selain dilatih baris berbaris, juga masalah kedisiplinan. Baik ketepatan waktu dalam menjalani latihan, hingga disiplin soal makanan.

©2018 Merdeka.com

"Kami dibiasakan makan-makanan sehat, supaya fisik kami tetap terjaga. Salah satunya tidak boleh minum es, dan gorengan. Supaya badan tetap fit, juga untuk menjaga diagfragma. Yang paling menyenangkan, adalah bisa bertemu dengan kawan-kawan se-nusantara, benar-benar membuka mata saya kalau Indonesia itu memang kaya dan besar," tuturnya.

Sebelumnya, untuk terpilih sebagai Paskibraka nasional, Ananda melalui seleksi ketat mulai tingkat sekolah, kabupaten, provinsi dan nasional. Materi ujiannya pun meliputi berbagai aspek, mulai dari fisik, psikologi, wawasan kebangsaan, kecakapan berbahasa Inggris, hingga pengetahuan tentang sejarah paskibraka itu sendiri.

"Seleksinya ketat. Alhamdulillah, semua tes bisa saya lalui dengan lancar. Semoga bekal pendidikan di paskibraka kemarin bisa mempermudah jalan saya melanjutkan ke akademi militer," harap Ananda.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengucapkan rasa bangganya pada Ananda Mikola. Wabup juga berterima kasih karena Ananda berhasil membawa nama baik daerah.

Selain itu, Wabup Yusuf juga memastikan bahwa daerah akan menjamin kelancaran pendidikan Ananda Mikola.

"Pemerintah daerah akan mengawal pendidikannya, karena dia jelas-jelas telah berprestasi," katanya. [end]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini