Kirab puluhan raja se-nusantara tandai berdirinya Yayasan Istana Mataram
Merdeka.com - Puluhan raja dari 35 kerajaan se-Nusantara mengikuti kirab di Kota Solo, Jumat (13/4) sore. Dengan menaiki kereta kuda, mereka diarak dari Gladag, Jalan Slamet Riyadi menuju ke Wisma Boga, Solo Baru melalui rute Alun-alun utara Keraton Surakarta, Jalan Yos Sudarso, Gemblegan hingga Solo Baru.
Kirab raja-raja yang juga diikuti puluhan calon investor yang akan berinvestasi di tanah Mataram tersebut menjadi pertanda terbentuknya Yayasan Istana Mataram yang diinisiasi GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng dan KP Eddy Wirabhumi, sang suami.
"Pembentukan Yayasan Istana Mataram ini bertujuan untuk menyatukan kembali tanah mataram. Kami mengajak seluruh kerajaan nusantara yang masih mempunyai garis keturunan kerajaan Mataram untuk bergabung," ujar Gusti Moeng.
Adik kandung Raja Surakarta Oaku Buwono (PB) XIII ini menerangkan, Yayasan Istana Mataram yang dibentuknya merupakan wadah baru bagi siapapun yang memiliki darah Mataram. Ia mengklaim sudah mengantongi izin dan Kemenkum HAM.
Lebih lanjut, Gusti Moeng mengemukakan Yayasan Istana Mataram berkomitmen untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap kerajaan. Salah satunya adalah untuk menarik investor dari seluruh dunia agar bersedia berinvestasi di seluruh kerajaan di bawah Yayasan Istana Mataram.
"Saat ini sudah ada 80 investor yang tertarik untuk berinvestasi. Mereka berasal dari 9 negara di dunia. Yakni Jerman, Spanyol, Thailand, Taiwan, Amerika, Filipina, Singapura, Hongkong, dan juga Inggris," katanya.
Dengan banyaknya investor tersebut, ia optimistis akan mampu mendongkrak perekonomian di tanah Mataram. Terkait kirab Gusti Moeng mengungkapkan, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Surakarta memiliki budaya yang sangat luhur.
"Kebudayaan ini sudah ada sejak 200 tahun lalu. Dan nantinya datangnya investor untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing," katanya. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya