Kinerja Disorot Komisi III, BNN Diminta Tak Hanya Jadi Parkir Polisi Naik Pangkat
Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Syarifuddin Sudding menyoroti kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal itu dilakukan Sudding saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR dengan BNN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11).
Sudding menilai, BNN belum menjalankan tugasnya dengan baik. Dia pun melihat BNN hanya dijadikan tempat para perwira agar ada pekerjaan.
"Saya melihatnya bahwa sebagai tempat penampungan aja para perwira-perwira kalau Kombes menjadi Brigjen ya masuk BNN," kata Suding.
"Jadi banyak yang perwira-perwira polisi yang di Mabes di parkir dulu di BNN supaya dapat bintang Brigjen. Tapi kinerja BNN secara nyata di lapangan saya juga tidak melihat," sambungnya.
Seleksi BNN
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko membantah ucapan Politikus PAN Syarifuddin Sudding soal lembaganya yang hanya digunakan untuk mengakomodir perwira naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal. Menurutnya setiap orang yang masuk ke BNN harus lulus seleksi yang ketat.
"Kita masuk ke BNN itu ada seleksinya," kata Heru.
Semua yang ingin masuk BNN juga harus mengikuti uji kompetensi. Dalam tahap itu, banyak juga yang tidak lolos seleksi.
"Ada ikut assessment. Itu tidak semuanya masuk banyak juga yang tidak masuk," ungkapnya.
Indonesia Darurat Narkoba
Dia melihat saat ini Indonesia sudah darurat narkoba. Maka dari itu, dia berharap BNN bisa bekerja lebih baik lagi dalam memberantas narkotika.
"Karena saya katakan bahwa kejahatan ini sungguh sangat luar biasa. extraordinary. Dan memang pola-pola penanganannya juga harus luar biasa. Jadi tidak hanya biasa," ucapnya.
Sudding meminta BNN untuk memberikan data konkret soal jaringan narkotika internasional. Serta berapa banyak bandar yang sudah tertangkap.
"Karena penting ini. Dan sudah berapa banyak bandar narkoba yang bapak proses dan tangkap itu," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya