Kiat Novel Baswedan hindari godaan suap dan intervensi

Selasa, 26 Maret 2013 15:39 Reporter : Putri Artika R
Kiat Novel Baswedan hindari godaan suap dan intervensi Kompol Novel Baswedan. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Penyidik Novel Baswedan membeberkan beberapa kiat dalam kerjanya sebagai penyidik di KPK. Untuk menghindari konflik kepentingan (conflict of interest), Novel mengaku banyak-banyak menjalankan ibadah.

"Banyak-banyak ibadah," ujarnya dalam diskusi media yang bertajuk "Peningkatan Kapasitas Media Dalam Pemberantasan Korupsi", di KPK, Selasa (26/3).

Novel tak menampik dalam pengusutan suatu kasus bisa terjadi demikian. Novel mewajibkan dirinya sendiri untuk berbuat baik dan berkata benar.

"Wajib untuk berbuat baik dan berkata benar dalam hal apapun. Dan akan jadi salah kalau melakukan tindakan yang berbeda atau melakukan karena atasan sehingga tidak boleh," ujarnya.

Tindakan di atas, menurut Novel, harus ada di dalam sikap para penegak hukum lainnya. Ini lah yang akan menjadi tolak ukur kualitas profesionalitas lembaga hukum di Indonesia.

"Penegak hukum harus berpikir demikian karena bila tidak akan jadi hal yang tidak patut, ini jadi tolak ukur profesionalitas,"

Novel menegaskan, siapapun harus ditindak jika memang ada alat bukti yang cukup. Tak peduli itu kawan maupun kerabat, jika memang melakukan korupsi, Novel siap menindaknya.

"Tapi kalau memang ada tindakan pidana dan bukti cukup dan kualitas pembuktian yang benar, maka siapapun itu kalau ada proses perbuatan itu jelas dan ada harus dianggap pidana jadi jelas dan tegas," tegasnya. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini