Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Khofifah tanggapi santai kehadiran di Rakor PKH dipermasalahkan

Khofifah tanggapi santai kehadiran di Rakor PKH dipermasalahkan Khofifah. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kehadiran Khofifah Indar Parawansa pada acara rapat koordinasi Pendamping Keluarga Harapan (PKH) yang digelar di Trawas, Mojokerto, Selasa (30/1) lalu disoal. Mengingat ketua umum PP Muslimat NU itu sudah tidak menjabat sebagai Menteri Sosial dan akan maju Pilgub Jawa Timur 2018.

Terlebih, sukses program PKH ini tak lepas dari sosok Khofifah selama menjabat Menteri Sosial. Cerita sukses PKH, terbukti efektif menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan masyarakat bawah.

Sementara Khofifah, merespons tuduhan bahwa dirinya hendak memobilisir massa PHK demi meraih dukungan, menjawabnya cukup santai. "Siapa yang akan melakukan negatif maupun black campaign akan menjadi shadow boxing. Jadi ketemunya hanya sansak, bukan ketemu kita," ucapnya santai.

Pernyataan ini bukan kali pertama diucapkan Khofifah. Di berbagai kesempatan, termasuk saat silaturahmi ke kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur dua hari lalu, hal ini juga disampaikan Khofifah.

"Ini (negatif dan black campaign) tidak boleh kita ladeni, supaya bangunan Jawa Timur yang sudah ayem, tentram, dan damai ini tetap kita jaga," katanya saat silaturahmi ke kantor Demokrat Jawa Timur, Selasa lalu.

Bantahan Khofifah ini cukup beralasan. Sebab, jika menyimak pernyataan Ketua Korwil PKH Jawa Timur I, Arik Dwi Prasetyo, bahwa posisi Khofifah di acara tersebut sebagai undangan untuk diminta sarannya.

"Ini murni inisasi dari PKH se-Jatim untuk bersilaturahmi dengan Bu Khofifah, karena beliau gencar menggerakkan PKH saat menjabat Mensos," ungkap Arik.

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, KPH (Korwil Pendamping Keluarga Harapan) ingin menyerap ilmu dari Khofifah. "Kalau urusan dukungan kami menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing KPH. Dalam kegiatan kemarin tak ada ucapan selamat datang bagi Cagun Jatim Khofifah," tuturnya.

Bahkan, Arik meminta bukti jika yang dituduhkan pihak lain, yaitu ada mobilisasi massa itu benar adanya. "Mana buktinya? Kami minta bukti ada mobilisasi dukungan. Jangan asal menuduh saja," tegasnya dengan nada tinggi.

Alasan KPH mengundang Khofifah, kata Arik, mereka melihat pemikiran Khofifah sangat bagus terutama dalam menekan angka kemiskinan. "Kami menyerap ilmu dari Bu Khofifah. Terlebih dalam menjalankan program PKH ke depan," paparnya.

Saking hormat dan apresiasi KPH kepada Khofifah, kata Arik, "Maka kami memberikan penghargaan kepada Bu Khofifah sebagai Ibu PKH. Tak ada sama sekali dalam dukungan di Pilgub Jatim," sambungnya.

Sebelumnya, kehadiran Khofifah dalam kegiatan KPH di Trawas, Mojokerto pada Selasa lalu, dikritisi lawan politiknya. Bahkan, pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair) Novri Susan ikut mengkritik.

Kata Novri, seharusnya Khofifah mampu mengendalikan diri untuk tidak menghadiri Rakor Pendamping PKH. Sekalipun di undang dengan kapasitas sebagai mantan Menteri Sosial.

"Seharusnya Bu Khofifah bisa menahan diri dan menyadari karena posisinya saat ini sebagai calon gubernur. Kalau kapasitasnya itu sebagai Menteri Sosial tidak masalah. Itu memang tugas, tapi dia kan sebagai calon gubernur," kritik Novri waktu itu. (ma)

"Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan kasus itu," imbuhnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP