Khawatir Protes Petani Demak 'Digoreng' Elite Politik, Ganjar Borong 10 Ton Cabai

Selasa, 15 Januari 2019 19:34 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Khawatir Protes Petani Demak 'Digoreng' Elite Politik, Ganjar Borong 10 Ton Cabai Ganjar di JI-Expo Kemayoran. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak terpancing penyebaran hoaks soal angka kemiskinan Jawa Tengah. Dia menilai, sejumlah isu tersebut sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan masing-masing.

"Mereka yang menyebarkan itu orang yang tidak suka, yang menganut aliran nyiyirisme. Semua digoreng demi kepentingan tertentu, padahal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan angka kemiskinan di Jateng terbaik dan tertinggi nasional," kata Ganjar Pranowo kepada wartawan, Selasa (15/1).

Dia menyebut dengan adanya tindakan oleh orang tidak bertanggung jawab yang tujuannya buat isu tidak benar, bisa merusak kerukunan yang selama ini terjalin baik antar sesama.

"Gerah rasanya tiap hari disuguhi kebodohan-kebodohan karena hoaks. Fitnah di mana-mana, fitnah luar biasa terus terjadi di tahun politik ini," terangnya.

Sampai saat ini Jawa Tengah, lanjut Ganjar menceritakan soal para petani cabai di Demak menjadi video viral dengan membuang cabainya di jalanan. Dengan adanya isu tersebut sangat merugikan, dan berpotensi akan digoreng menjadi isu politik nasional.

"Saya khawatir ini akan digoreng, jadi pedasnya cabai akan masuk Istana Kepresidenan. Ini yang kami antisipasi betul, makanya kami memborong cabai dari petani sebanyak 10 ton dan membeli seharga Rp 18.000. Saya juga sudah perintahkan seluruh ASN di 35 Kabupaten/Kota melakukan gerakan membeli cabai langsung dari petani," ungkapnya.

Ganjar berharap masyarakat Jawa Tengah terus mengedepankan pemikiran dan akal sehat, dalam menghadapi serangan-serangan hoaks dan fitnah yang bertujuan memecah belah kerukunan antar masyarakat.

"Jadi masyarakat harus cerdas, agar tidak termakan isu dan fitnah yang tidak tahu sumbernya dariman. Mari kita bersama melawan hoaks dan fitnah yang terus menyerang ini," kata Ganjar Pranowo.

Sebelumnya, puluhan petani di Demak membuang cabai hasil panen ke jalan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes murahnya harga jual cabai dan maraknya impor. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini