Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Khalimi, korban tewas gudang kembang api Kosambi baru bekerja 2 minggu

Khalimi, korban tewas gudang kembang api Kosambi baru bekerja 2 minggu Keluarga Khalimi. ©2017 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Khalimi adalah salah satu pekerja di gudang penyimpanan mercon milik PT Panca Buana Cahaya di Kosambi, Tangerang. Pemuda asal Tegal, Jawa Tengah itu salah satu korban tewas saat gudang itu terbakar akhir Oktober lalu.

Pada Selasa (7/11) petang, jenazah Khalimi dibawa ke Tegal oleh keluarganya. Sepupu Khalimi, Wargo menceritakan korban baru bekerja dua minggu di pabrik mercon itu sebelum kebakaran terjadi.

"Dia baru dua minggu bekerja di pabrik itu. Dia karyawan biasa," kata Wargo ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Wargo yang tinggal di Ciracas, Jakarta Timur datang menjemput jenazah Khalimi bersama saudara kandung korban, sepupu, dan teman korban. Ia juga sempat beberapa kali mendatangi RS Polri untuk menyerahkan data antemortem sebelum jenazah Khalimi berhasil diidentifikasi tim DVI.

Sepupu korban lainnya, Tashadi menceritakan gaji korban saat bekerja di pabrik mercon itu di bawah UMP. Khalimi kata dia dibayar harian yaitu Rp 50 ribu. "Gajinya maksimal Rp 50 ribu sehari," sebutnya.

Sebelum bekerja di pabrik itu, Khalimi pernah bekerja di tempat lain. Ia kemudian pindah bekerja ke pabrik mercon setelah mendapat informasi ada lowongan dari salah seorang kawannya yang bekerja di sana.

"Tahu ada lowongan dari temannya yang juga korban dan sekarang masih dirawat di rumah sakit," kata Tashadi.

Tashadi pun meminta perusahaan tersebut bertanggung jawab dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas apa pemicu kebakaran yang menewaskan puluhan pekerja itu. "Kami serahkan kepada kepolisian dan minta agar ini diusut tuntas. Kami juga minta tanggung jawab dari perusahaan," tandasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP