Ketum PBNU: Tidak tepat menstigma aksi 4 November ditunggangi
Merdeka.com - Pasca demonstrasi 4 November 2016 di depan Istana Merdeka, Presiden Jokowi menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengatakan pihaknya menyampaikan tiga poin penting kepada Presiden Jokowi terkait demonstrasi tersebut.
"Mencermati perkembangan situasi saatnya memenuhi rasa keadilan masyarakat. Pertama, bagian dari cara berdemokrasi yang beradab dan niat yang tulus untuk meluruskan etika kepemimpinan kami mengapresiasi aksi damai tanggal 4 November 2016," ujar Said di PBNU, Jalan Kramat Raya No 164, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/11).
"Dan hakekat kepemimpinan adalah teladan yang baik Uswatun Hasanah, pemimpin tidak boleh berujar kalimat kotor yang menimbulkan kontroversi bahkan melahirkan perpecahan antar kita. Pepatah mengatakan keselamatan seseorang adalah dengan menjaga lisannya. Sekarang saatnya bagi kita untuk memperkokoh tali ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathoniyah secara Islam dan kebangsaan bahkan ukhuwah insaniyah bersama-sama umat manusia tidak tepat untuk menstigma bahwa aksi 4 November ditunggangi kelompok-kelompok tertentu lebih bijaksana bagi semua pihak hendaknya mengambil pelajaran dari aksi tersebut," sambung dia.
Poin kedua, lanjut Said, tugas aparat keamanan adalah menindak pihak-pihak yang ingin menodai niat luhur dari aksi 4 November 2016. Adapun kericuhan yang ditimbulkan, PBNU tidak yakin itu dilakukan oleh para pengunjuk rasa damai.
"Kami justru menengarai dilakukan oleh kelompok yang ingin merusak pemurnian dan niat suci dari gerakan aksi damai 4 November tersebut," ucap dia.
Poin ketiga, PBNU menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya.
"PBNU mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif," kata Said.
Kepada seluruh rakyat Indonesia, PBNU mengimbau agar bersatu padu senantiasa membangun ukhuwah dalam memperkokoh ikatan kebangsaan. Aksi unjuk rasa 4 november 2016 diharapkan menjadi pelajaran paling berharga untuk membangun bangsa Indonesia.
"Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi kita sebagai bangsa sehingga tidak terulang di kemudian hari," tandasnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya