Ketum PBNU ingatkan terorisme & narkoba jadi tantangan terberat para santri
Merdeka.com - Hari ini, Nahdlatul Ulama memperingati apel hari santri nasional yang jatuh pada 22 Oktober di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj.
Dalam apel tersebut, Said memberikan wejangan untuk para santri yang hadir dalam acara tersebut. Dia mengatakan dengan memiliki jiwa santri, para santri dapat merebut kemerdekaan melawan penjajah menggunakan jiwa nasionalis dan juga religius.
"Hari santri ini memperkokoh dan memperingatkan bahwa jiwa santri, bisa merebut kemerdekaan dengan jiwa santri. Mampu merebut kemerdekaan melawan penjajah dengan jiwa nasionalis religius santri," ujar Said, Minggu (22/10).
Menurutnya, banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh santri pada masa kini seperti permasalahan terorisme. Selain itu, lanjutnya, tantangan lain yang paling berat adalah tantangan terhadap narkoba.
"Seperti yang saya sebutkan tadi, terorisme, narkoba yang paling berat dan tantangan teknologi harus kita hadapi dengan siap. Internet manfaatnya besar dan juga bisa membawa dampak buruk," jelasnya.
Terkait dengan teknologi yang semakin melejit pesat, Said juga mulai mengantisipasi datangnya berita hoax yang memasuki para santri. Beberapa antisipasi dilakukan seperti melakukan pelatihan kepada para kader dan rekan Nahdlatul Ulama (NU).
"Kita sudah mulai, kita sudah mulai mengadakan pelatihan-pelatihan jurnalistik, komputer atau internet kepada kader-kader, kepada rekan-rekan NU," tegas Said.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya