Ketua Muhammadiyah: Alquran tak bisa dikatakan alat buat berbohong
Merdeka.com - Saksi ahli agama dalam kasus dugaan penodaan agama, Yunahar Ilyas mengecam pernyataan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah Ayat 51. Terlebih, mantan Bupati Belitung Timur itu meminta agar masyarakat jangan mau dibohongi pakai Surat Al-Maidah.
Yunahar menjelaskan, kalimat 'bohong' itu sangat diperhatikan oleh para ulama. Karena pada akhirnya, ini dapat berdampak buruk pada citra seorang ulama pada kemudian harinya.
"Dalam khazanah intelektual Islam berbeda pendapat itu biasa, menyatakan pendapat orang salah juga itu biasa, mengatakan sesat juga biasa, tapi jangan mengatakan (orang lain) bohong," katanya di persidangan Ahok di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengatakan, dalam ilmu hadits berbohong adalah dosa besar yang menyebabkan seluruh riwayat dia ditolak. Sehingga, jika ada orang dikatakan bohong maka dia tak akan dipercaya lagi.
Dia menambahkan, pernyataan Ahok di Pulau Pramuka pada 27 September 2016 lalu menyatakan kalau Al-Maidah dijadikan alat untuk membohongi orang lain. Menurutnya, ini adalah persepsi yang keliru.
"Alquran tak bisa dikatakan sebagai alat untuk berbohong," terang Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia ini.
Untuk diketahui, saat ini Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya