Ketahuan Merokok di Rumah Sakit, 12 ASN di Semarang Diciduk Satpol PP

Jumat, 7 Desember 2018 00:30 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Ketahuan Merokok di Rumah Sakit, 12 ASN di Semarang Diciduk Satpol PP Ilustrasi Merokok. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) terjaring razia lantaran kedapatan merokok di kawasan terlarang tepatnya RS dr Kariadi, Semarang, Kamis (6/12). Agar jera, kartu identitas ASN milik mereka disita kemudian digelar sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Kecamatan Semarang Tengah.

"12 ASN ini melanggar Perda Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Langsung kami sidang dan dikenai tindak pidana ringan (Tipiring) pembayaran denda Rp 50 ribu, masing-masing denda Rp 49 ribu dan Rp 1.000 untuk administrasi," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang, Titis Sarwa Pramono saat dikonfirmasi.

Razia dilakukan mengingat banyak warga yang merokok di kawasan dilarang rokok. Oleh karena itu petugas Satpol PP Kota Semarang merazia sejumlah instansi, hasilnya kedapatan ASN yang tepergok merokok di Rumah Sakit Kariadi.

"Kami sempat keliling ke kantor-kantor dan rumah sakit. Kebetulan Rumah Sakit Kariadi banyak ditemukan. Bukannya orang mencari sehat, malah dikasih asap rokok. Ya kami minta KTP-nya," terangnya.

Ia menyayangkan tindakan ASN yang tidak sadar aturan perda tersebut. Apalagi rumah sakit menjadi ruang publik yang harus steril dari asap rokok.

"Dalam aturan itu disebutkan bahwa larangan merokok berlaku di lingkungan tempat kerja, tempat ibadah, sarana publik, tempat bermain anak, rumah sakit serta sarana pendidikan," jelasnya.

Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Nur Ali mengungkapkan tidak ada toleransi bagi warganya yang kedapatan merokok di sembarang tempat.

"Ini maksudnya pembinaan, tidak semata mata untuk menjatuhkan hukuman yang berat, itu tidak. Tapi mendidik mereka, agar insaf tidak mengulangi lagi," kata Nur Ali. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini