Kesal Tak Diberi Utang, Pria Banyuasin Tembak Mati Pasutri Bekas Majikan

Selasa, 28 Juni 2022 17:00 Reporter : Irwanto
Kesal Tak Diberi Utang, Pria Banyuasin Tembak Mati Pasutri Bekas Majikan Tersangka SM di Mapolda Sumsel. ©2022 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Seorang pria, SM (60), ditangkap polisi karena melakukan pembunuhan terhadap pasangan suami istri, SO (40) dan ID (40). Pembunuhan itu dilatarbelakangi kekesalan pelaku karena tak diberikan pinjaman uang.

SM tak sendirian melakukan pembunuhan itu. Dia mengajak serta dua rekannya, AL dan BL, yang kini ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pembunuhan terjadi di kediaman korban yang berada di kawasan perkebunan Dusun Sei Sembilang, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (1/6). Mayat kedua korban baru ditemukan beberapa hari kemudian.

2 dari 4 halaman

Pelaku Mengaku Tersinggung

Awalnya SM bersama AL dan BL mendatangi korban dengan maksud meminjam sejumlah uang. Dia berdalih terdesak untuk membayar utang Rp2 juta kepada orang lain dengan ancaman penyitaan barang berharga jika tidak dibayar.

Ternyata korban tidak mengabulkan permintaan pelaku. Pelaku menyebut kedua korban justru menghina yang membuatnya tersinggung.

Para pelaku kemudian pamit dengan hati kesal. Namun, mereka tidak langsung pulang, melainkan mengintai korban dengan maksud jahat.

Begitu korban SO keluar rumah, AL menembaknya. Kemudian pelaku SM turut menembak korban dengan senjata yang sama.

Selanjutnya giliran pelaku BL mengambil senjata api rakitan itu untuk menembak ID. Pasangan suami istri pun tewas di tempat dan mayat keduanya dibiarkan begitu saja oleh para pelaku.

Baca juga:
Kronologi Pembunuhan Wanita dalam Kamar Indekos di Serpong
Kronologi Pelajar Langkat Diperkosa dan Dibunuh di Semak
Lacak HP Korban, Polisi Akhirnya Ringkus Pembunuh Sadis Wanita di Tangsel
Dijanjikan Rp5 Juta, 9 Pembunuh Bayaran Ditangkap usai Bunuh Warga Musi Banyuasin
Kasus Penembakan Pasutri di Banyuasin Terungkap, Polisi Ringkus Satu Orang

3 dari 4 halaman

Rampas Harta Korban

Tak hanya membunuh, para pelaku mengambil barang berharga milik korban, yakni uang tunai Rp1 juta, burung murai, sepeda motor, dan sejumlah perhiasan.
Motor dibuang ke sungai untuk menghilangkan jejak. Sementara perhiasan tak bisa dijual karena ternyata hanya imitasi.

Tersangka SM mengaku kesal dengan kedua korban yang mengejeknya dan ngotot tidak memberikan pinjaman. Dia habis akal untuk membayar utang sehingga membunuh keduanya.

"Bukannya memberi utangan, mereka malah mengejek saya. Di situ saya sakit hati," ungkap tersangka SM di Mapolda Sumsel, Selasa (28/6).

Dia mengakui, kedua korban adalah bekas majikannya. Saat bertamu, mereka menyuguhi para pelaku dengan kopi dan makanan ringan.

"Orangnya baik, cuma saya lagi kesal," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihandinika mengungkapkan, tersangka diamankan setelah petugas melakukan penyelidikan mendalam. Saat interogasi, tersangka SM mengakui perbuatannya dan menjadi otak pembunuhan.

"Kami buru dua pelaku lagi, mereka ikut menembak kedua korban dan diduga pemilik senjata api rakitan," kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka SM terancam hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. Hal ini berdasarkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini