Kesaksian pemancing saat berusaha tolong 3 bocah terseret arus laut
Merdeka.com - Tiga bocah di Manado, Sulawesi Utara, terseret arus air laut saat sedang berada di muara Sungai Kelurahan Titiwungen Selatan, Minggu (5/2) sore. Seorang di antaranya ditemukan tewas sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Menurut saksi mata, Herman Daeng Sewa (40), saat itu dirinya sedang memancing di sekitar muara. Tiba-tiba ia mendengar teriakan minta tolong. Ternyata suara tersebut berasal dari tiga anak kecil yang terseret arus laut.
"Mendengar teriakan minta tolong, saya berusaha menolong bahkan sudah berhasil meraih ketiganya. Namun karena arus laut yang kencang membuat saya kehabisan tenaga dan akhirnya terlepas lagi," ujar Sewa.
Dalam usahanya menolong, ia nyaris tenggelam. Beruntung ia diselamatkan nelayan sekitar menggunakan perahu. Saat itu, dirinya dalam keadaan lemas.
Warga segera melakukan pencarian korban. Sekitar pukul 16.45 Wita, salah seorang korban bernama DL (8) ditemukan sekitar 150 meter dari lokasi awal. Ia ditemukan dalam kondisi mulut mengeluarkan busa dan sudah tak bernyawa.
Baik Herman maupun korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pancaran Kasih untuk penanganan medis. Aparat kepolisian bersama Basarnas Kota Manado terus melakukan pencarian terhadap korban lainnya bernama Johanes Pangemanan dan Ronal Kawulusan.
Sementara itu, Waka Polresta Manado AKBP Enggar Brotoseno, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
"Benar ada tiga anak yang hanyut, satu sudah ditemukan dan dua korban belum ditemukan kita masih mengupayakan pencarian bersama Basarnas, kita lakukan upaya penginformasian kepada masyarakat apabila mengenal korban segera menghubungi pihak Rumah sakit Bhayangkara, Polresta Manado dan Polsek Sario," pungkasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya