Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala BNN: Narkoba Flakka sudah masuk dan laku di Indonesia

Kepala BNN: Narkoba Flakka sudah masuk dan laku di Indonesia pemusnahan narkoba di monas. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, mengaku narkoba jenis Flakka telah masuk ke Indonesoa. Tingginya peningkatan pasar menjadi faktor utama. Pengiriman dilakukan melalui paket pos.

"Flakka sudah masuk, sudah ada, cara pengirimannya melalui paket pos dan sebagainya, ini kan bukti kalau Indonesia ini sangat luar biasa jenis baru itu masuk dan laku di sini, digunakan, dipakai," kata Waseso di depan lobi kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (27/7).

Budi menyebutkan, BNN menemukan Flakka dari pengiriman fiktif melalui jalur pos. Namun, belum bisa memastikan pemesan itu dari mana dan siapa. "Kita temukan di lapangan, pengiriman-pengiriman, pengirimannya kan fiktif ya, yang notabennya adalah Flakka," ujarnya.

Selain itu, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Arman Depari, mengatakan, Flakka merupakan jenis baru. Dengan adanya Flakka menyebabkan pergeseran perubahan pembeli, tidak lagi dirajai narkotika alami seperti ganja.

Arman menyampaikan, jika terjadi pergeseran pusat narkoba dari segitiga emas menjadi di sungai Mekong, atau disebut Delta Mekong River. Flakka gencar diisukan berasal dari sungai Mekong itu.

"Ada perubahan kalau dulu ada narkotika alami, ganja salah satunya. Kedua itu heroin, ada kokain, yang sekarang disebut ATS atau ampethamine type simultan, kemudian berkembang lagi menjadi NPS, new psicotropic subtances, salah satunya Flakka," kata Budi.

Arman juga menyampaikan bahwa Flakka ditemukan di wilayah Jakarta. Tapi, Arman tidak mengatakan lokasi detilnya. "Kita temukan tapi belum menyebar di indonesia, walaupun tidak persis seperti kita sebut atau temukan di media, atau media sosial. Tapi memang ada upaya yang kita tangani," ujarnya.

Sementara itu, Budi Waseso kembali menambahkan soal penurunan tingkat penyelundupan narkotika ke Indonesia. Dia belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Karena saat ini pelaku utama penyelundupan banyak dilakukan tindakan tegas terukur.

"Ya kalau kita liat sekarang belum bisa diukur. Sekarang tapi saya ingin tau ada orang yang tidak takut mati, karena saya kira tidak ada orang yang tidak takut mati," jelas Waseso.

Sejauh ini kerja sama dengan negara luar masih terkendala beberapa hal. Sebab, tidak semua negara melarang kehadiran narkoba. "Kerjasama kita semua, kita ini selalu kerjasama tapi muara akhirnya tergantung pada negara masing masing. Seperti tadi kita terhambat, ada aturan yang mengatur di negara A seperti China beda Malaysia beda Singapura beda," ujarnya.

Waseso menjelaskan, jika pihaknya tidak terlalu berharap kepada negara lain, karena undang-undang mereka berbeda. Sehingga harus melakukan sesuai dengan undang-undang berlaku di Indonesia.

"Jadi pertemuan-pertemuan bilateral dengan negara negara luar, baik itu Asean maupun international tentang narkotika tidak menjamin narkotika di Indonesia berhenti. Karena pada prinsipnya mereka peduli tapi pada akhir penanganannya diserahkan pada negara masing masing," terangnya. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP