Kenangan Puan tentang keroyalan Taufiq Kiemas kepada teman dan sahabat
Merdeka.com - Putri almarhum mantan ketua MPR Taufiq Kiemas, Puan Maharani, menyampaikan pesan ayahandanya semasa hidup. Pesan ini teringat saat dia menceritakan bagaimana kebiasaan ayahnya sering memberi sesuatu kepada teman, dan para sahabat.
"Tentu saja yang hadir di sini adalah orang yang bersinggungan pernah kenal, pernah dekat, pernah terima duit dan terima jam, bahkan terima mobil, dibantuin bikin rumah, minimal bikin jas. Ini saya menyampaikan ini untuk mengenang, bagaimana beliau itu tidak pernah mengungkit-ungkit, atau menanyakan, bahkan kamu saya sudah kasih-kasih ini, enggak. Namun, ketika saya sampaikan ini semua pasti oh iya, ya, dulu gini dulu gitu," cerita Puan yang disambut gelak tawa para tamu undangan dalam acara mengenang lima tahun wafat Taufiq Kiemas, di gedung Rajawali Nusantara Indonesia, Jakarta, Kamis (5/7).
Dia pun teringat saat almarhum Taufiq Kiemas bertemu banyak orang. Puan selalu dipanggil dan menanyakan jam tangan yang dibawa ayahanda selalu berkurang.
"Setiap orang ke rumah, saya dipanggil. Saya dipanggil Puan duduk di sini, tadi papa ketemu om ini, tadi papa ketemu Pak ini, tadi papa bersama ini. Terus, ngobrol-ngobrol, terus ujung-ujungnya, tiba-tiba ngeluarin jam dari kantongnya. Tadi ada lima terus ada satu, terus yang empat ke mana? Yaitu tadi papa kasih buat yang itu. Itu rahasianya Pak Panda (Panda Nababan)," ungkap Puan meniru ayahnya.
Merasa penasaran dengan sikap ayahnya, Puan lantas menanyakan sikap ayahnya. Lantas keluarnya pesan Taufiq Kiemas tersebut.
"Udahlah Puan enggak usah nanya-nanya, Papa cuma minta satu saja, apa pak? (Tanya puan).
"Ini semua orang Insya Allah menginyakan, saya cuma titip Puan Maharani saja ke kamu, saya tidak minta apa-apa, betul enggak ayo. Saya tidak minta apa-apa, kalau tidak bisa bantu Puan enggak apa-apa, tapi jangan gangguin Puan, tapi jagain Puan. Semua iya kan," jelas Puan sambil menanyakan kepada para tamu yang hadir.
Puan pun sempat bercanda dengan para tamu yang hadir, di mana akan menagih janji yang pernah disampaikan ke Taufiq Kiemas.
"Kalau kemarin-kemarin, almarhum tidak bisa menagih janjinya saya yang menagih janjinya. Saya punya hak lo, sebagai keturunan langsung begitu kata undang-undang. Namun bapak ibu sekalian, pertemuan ini bukan saya untuk menagihnya, kita bisa mengenang beliau selalu baik dan positif. Semua pasti merasa kehilangan," tukasnya.
Dia pun meminta silahturahmi seperti ini dijaga. Dan dirinya kembali mengingatkan pesan ayahandanya.
"Silahturahmi ini harus pernah kita jaga, bukan hanya diingatkan sebagai Puan Maharani, tapi saya masih ingin diingat bahwa Putri Pak Taufiq Kiemas yang pernah dulu-dulu dekat dengan saya perlu masih dijaga sampai tujuannya bisa terlaksana," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya