Kemensos dan Pemkab Jayawijaya Perkuat Akurasi Data Kesejahteraan Sosial untuk Bantuan Tepat Sasaran

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memperkuat Data Kesejahteraan Sosial melalui bimbingan teknis, memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan melindungi hak masyarakat kurang mampu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemensos dan Pemkab Jayawijaya Perkuat Akurasi Data Kesejahteraan Sosial untuk Bantuan Tepat Sasaran
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memperkuat Data Kesejahteraan Sosial melalui bimbingan teknis, memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan melindungi hak masyarakat kurang mampu. (AntaraNews)

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk meningkatkan akurasi data kesejahteraan sosial. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di wilayah tersebut. Langkah strategis ini sangat penting guna memastikan program bantuan pemerintah dapat menjangkau pihak yang benar-benar membutuhkan secara tepat sasaran.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayawijaya telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) komprehensif. Bimtek ini secara khusus membahas perubahan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial menjadi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Kemensos dan Pemkab Jayawijaya dalam pembaruan sistem pendataan yang lebih modern dan efisien.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Tinggal Wusono, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan respons terhadap regulasi data kemiskinan terbaru tahun 2026. Penyesuaian ini dilakukan agar sejalan dengan sistem yang kini diterapkan oleh Kemensos RI. Tujuannya adalah untuk melindungi hak-hak masyarakat kurang mampu di Jayawijaya dan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran tanpa hambatan.

Transformasi Sistem Data untuk Akurasi Program Bantuan

Perubahan regulasi di tingkat pusat menuntut adanya penyesuaian persyaratan data yang lebih mendetail dari pemerintah daerah. Sebelumnya, sistem yang digunakan untuk menghimpun data masyarakat kurang mampu dikenal sebagai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Kini, sistem tersebut telah bertransformasi menjadi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang secara resmi diterapkan oleh Kemensos. Transformasi ini menandai langkah maju dalam upaya peningkatan kualitas data.

Penerapan DTSEN diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan akurat mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dengan data yang lebih terperinci dan valid, potensi terjadinya kesalahan sasaran dalam penyaluran program bantuan dapat diminimalisir secara signifikan. Pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam memperbarui dan memvalidasi data sesuai standar baru yang telah ditetapkan.

Langkah ini sangat penting untuk memastikan setiap program bantuan pemerintah dapat disalurkan secara efektif dan efisien. Akurasi data menjadi fondasi utama dalam efektivitas program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, pemerintah dapat merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Urgensi Pengaktifan Data dan Pelatihan Operator Lapangan

Kabupaten Jayawijaya saat ini menghadapi urgensi besar untuk segera mengaktifkan kembali sekitar 18.000 data masyarakat kurang mampu yang sebelumnya sempat dinonaktifkan. Data yang tidak aktif ini berisiko menyebabkan masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan menjadi terlewatkan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berupaya keras melakukan perubahan ini sesuai arahan dari Pusdatin Kemensos.

Untuk memastikan proses ini berjalan lancar dan efektif, pemerintah memfokuskan pembekalan awal bagi internal Dinsos Kabupaten Jayawijaya. Pelatihan ini mencakup penguasaan sistem DTSEN dan prosedur pendataan yang baru. Setelah para staf Dinsos menguasai sistem tersebut, mereka akan bertindak sebagai pelatih untuk mentransfer ilmu kepada para operator di 328 kampung yang tersebar di Jayawijaya.

Kepala Dinas Sosial Simon Kalolik menyampaikan harapannya agar seluruh peserta bimtek dapat mengikuti materi dengan baik dan memahami setiap detailnya. Dengan penguasaan sistem oleh staf Dinsos, pelatihan lanjutan kepada operator di tingkat kampung dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa pendataan dilakukan secara masif dan akurat, sehingga tidak ada masyarakat yang berhak terlewat dari program bantuan pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi