Kemenkes: Per 3 Maret 2022 Sejumlah Provinsi Alami Penurunan Kasus

Kamis, 3 Maret 2022 22:39 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kemenkes: Per 3 Maret 2022 Sejumlah Provinsi Alami Penurunan Kasus jubir vaksin siti nadia tarmizi. ©2021 Merdeka.com/liputan6

Merdeka.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menuturkan situasi penanganan covid-19 secara nasional terus mengalami perbaikan. Terdapat 15 provinsi yang mengalami penurunan kasus harian dan 8 provinsi yang mengalami pelandaian.

Dia menuturkan sebelumnya pada akhir Februari 2022 terdapat 14 provinsi yang mengalami penurunan kasus. Kemudian ada 7 provinsi yang mengalami pelandaian. Sulawesi Selatan menjadi provinsi terbaru yang mencatat konsistensi penurunan kasus pada Rabu (2/3).

Ditambah 14 provinsi lainnya yang lebih dahulu masuk fase tersebut akhir Februari lalu. Sedangkan Maluku Utara menjadi provinsi terbaru yang masuk daftar pelandaian kasus bersama dengan 7 provinsi yang masuk fase tersebut beberapa waktu lalu.

Nadia mengatakan dengan adanya perbaikan itu, hingga Kamis (3/3), tren jumlah pasien dirawat di rumah sakit juga terus mengalami penurunan menjadi 32%. Sebelumnya sempat di posisi 33%.

Selain itu, rata-rata dalam tujuh hari terakhir, positivity rate nasional mengalami penurunan. Saat ini menjadi 16,3% minggu ini dibandingkan minggu sebelumnya yang sempat tercatat di 18,2%.

“Setelah menunjukkan tren perbaikan yang cukup signifikan di akhir Februari lalu, pemerintah optimis akan terus mengendalikan pandemi dan berusaha menahan agar laju kasus tidak melonjak lebih tinggi lagi, terutama agar tidak membebani sistem layanan kesehatan,” kata Nadia dikutip dalam keterangan pers, Kamis (3/3) malam.

Dia menuturkan angka kasus konfirmasi secara nasional kembali bisa ditekan ke angka 37.259. Setelah sebelumnya sempat naik ke angka 40.920 (2/3).

Lebih lanjut kata dia angka kesembuhan pasien per hari juga masih terjaga di level 42.193, sedikit berubah dari hari sebelumnya yang sempat mencapai 42.935. Nadia juga mencatat angka kematian yang juga kembali bisa ditekan ke angka 232 dari hari sebelumnya yang sempat mencapai 376.

“Upaya paling efektif saat ini untuk mencegah lebih banyak lagi kesakitan dan risiko kematian akibat terinfeksi COVID-19 adalah melalui vaksinasi lengkap diikuti dengan vaksinasi booster. Cakupan vaksinasi lengkap yang luas, ditambah pemberian booster sangat bermanfaat tidak hanya untuk individu tapi komunitas yang luas,” bebernya.

Vaksinasi Ampuh Tekan Risiko Infeksi Covid-19

Dia menuturkan vaksinasi secara ilmiah terbukti mampu menekan risiko terburuk dari infeksi Covid-19. Sementara itu, data-data yang saat ini diteliti Kemenkes menunjukkan 69% dari 5.013 pasien COVID-19 yang meninggal, belum mendapat vaksinasi lengkap. Hal ini diperburuk juga oleh kondisi komorbid dan lanjut usia.

“Pemerintah sangat menganjurkan untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan serta melindungi diri melalui vaksinasi terutama bagi lanjut usia dan memiliki komorbid,” pungkasnya.

Baca juga:
Hal Perlu Diatur dalam Protokol Ubah Status Pandemi Jadi Endemi Covid-19
Update Covid-19 di RI Hari Ini: Kasus Baru Bertambah 37.259 dan Meninggal 232
Ratusan Bus di Hong Kong Berhenti Beroperasi Akibat Lonjakan Covid-19
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Capai 93 Persen
Ahli Mikrobiologi Ingatkan Covid-19 akan Terus Bermutasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini