Kemendikbud Gelar Pekan Kebudayaan Nasional secara Virtual Terbesar di Dunia
Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 secara daring pada 31 Oktober hingga 30 November 2020. Perhelatan ini digandang-gandang akan menjadi acara kebudayaan yang dihelat secara daring terbesar di dunia.
Acara ini melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni yang. PKN 2020 akan mengusung 27 tema konferensi, 93 pergelaran, dan 1.477 lukisan yang dipamerkan secara virtual.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid menganggap bahwa PKN merupakan pijakan bagi Indonesia untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.
"PKN adalah pijakan dasar kita sebagai bangsa dalam menghadapi pandemi. Kami memilih istilah cultural resilience, atau ketahanan budaya," tutur Hilmar dalam keterangan tulis Sabtu (24/10).
Hilmar menyebut bahwa mungkin banyak pihak mempertanyakan mengapa di tengah pandemi pihaknya nekat menggelar acara kebudayaan yang dinilai suatu hal yang bersifat sekunder. Ia menjawab bahwa justru di tengah kesulitan ini, kebudayaan harus hadir.
"Dalam pasukan perang, selalu ada orang yang membawa bendera sebagai simbol kehadiran pasukan itu. PKN ini adalah wujud pengibaran bendera itu. Kita tidak tunduk, tetap berkibar di tengah pandemi, kita memperjuangkan eksistensi dan mencari jalan sumbangsih kebudayaan terhadap situasi ini," terang Hilmar.
Sementara itu Koordinator Umum PKN, Sri Hartini menyampaikan, PKN merupakan ajang bagi seniman dan pelaku seni untuk menunjukan ekspresi seninya.
"PKN ini memberikan ruang ekspresi seni dan budaya kepada masyarakat serta sekaligus menggerakkan ekonomi budaya di tengah pandemi Covid-19 dan mewujudkan keberpihakkan kepada seniman dan pekerja seni," jelas Sri.
Terdapat empat program utama PKN 2020. Pertama adalah kompetisi, perlombaan atau pertandingan berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan berdasarkan isu yang akan diangkat serta upaya pemajuan kebudayaan, khususnya permainan tradisional. Kedua, konferensi yang berbentuk seminar, kuliah umum, pidato, talkshow, workshop, dan/atau diskusi terpimpin tentang isu yang diangkat dan upaya pemajuan kebudayaan.
Program ketiga adalah pameran, di mana Objek Pemajuan Kebudayaan dipamerkan secara visual dan audio visual. Keempat, adalah pagelaran, yakni pertunjukan seni berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan terkait dengan isu yang diangkat dan pertunjukan seni yang menggugah apresiasi seni dan budaya bagi generasi muda.
Reporter: Yopi MakdoriSumber : Liputan6.com
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya