Kemendikbud Catat 1.412 Sekolah di Kalsel Terdampak Banjir

Jumat, 22 Januari 2021 09:38 Reporter : Merdeka
Kemendikbud Catat 1.412 Sekolah di Kalsel Terdampak Banjir Banjir di Kalimantan Selatan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat sebanyak 1.412 sekolah di Kalimantan Selatan terdampak banjir sejak Selasa lalu (12/1). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Hendarman mengungkap sekolah yang terdampak banjir di Kalsel terdiri dari semua jenjang. Dampak banjir dominan menerjang sekolah pada jenjang Sekolah Dasar (SD), yakni sebanyak 661 sekolah.

"Total sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir Kalimantan Selatan yakni TK/PAUD sebanyak 606 sekolah, SD sebanyak 661, SMP sebanyak 112, SMA sebanyak 25, SLB sebanyak 7 sekolah dan SMK sebanyak 1 sekolah," kata Hendarman dalam keterangan tulis, dikutip pada Jumat (22/1/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun LPMP Kalimantan Selatan, sekolah yang paling banyak mengalami kerusakan terdapat di Kabupaten Banjar yakni 300 TK/PAUD, 300 SD, 55 SMP, dan 4 SMA dan 1 SLB. Selanjutnya, di Kota Banjarmasin yakni 119 TK/PAUD, 146 SD, 24 SMP, 1 SMK, dan 2 SLB, serta Kabupaten Balangan yakni 20 TK/PAUD, 52 SD, dan 1 SMP.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terdapat 62 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan yaitu 55 SD, 6 SMP, dan 1 SLB. Di Kabupaten Barito Kuala terdapat 29 TK/PAUD, 23 SD, 7 SMP, dan 1 SMA sedangkan di Kabupaten Tanah Laut, TK/PAUD sebanyak 39, SD sebanyak 22 sekolah, 1 SMP dan 3 SMA, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, TK/PAUD sebanyak 33, 19 SD, dan 1 SLB.

Sisanya sekolah yang mengalami kerusakan terdapat di Kota Banjarbaru sebanyak 8 sekolah, di Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 15 sekolah dan di Kabupaten Tapin sebanyak 25 sekolah.

Menurut Hendarman, pihaknya juga telah menurunkan tim untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Selatan, Kemendikbud membantu para korban banjir di sana dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Mengetahui informasi bencana banjir tersebut, rekan-rekan LPMP langsung turun ke lapangan lakukan koordinasi pendataan, dan kebutuhan bagi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, serta siswa yang terkena dampak banjir tersebut,” jelas Hendarman.

Kemendikbud juga pada Kamis kemarin (21/1/2021) telah mendistribusikan bantuan masker kain anak sebanyak 18.000 buah, school kit 800 paket jenjang PAUD–SMA, perlengkapan menggambar PAUD 100 paket, paket family kit untuk warga terdampak 9 box (Obat, selimut, sarung dan sembako). Selain itu juga terdapat bantuan atas kerja sama dengan UNICEF yakni tenda pembelajaran darurat 10 unit dan school kit 10 paket.

Reporter: Yopi Makdori [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini