Keluarga sebut siswa SD yang tewas di Sukabumi kerap di-bully

Rabu, 9 Agustus 2017 12:59 Reporter : Muhammad Sholeh
Keluarga sebut siswa SD yang tewas di Sukabumi kerap di-bully Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - SR (8), seorang siswa kelas II SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meregang nyawa, Selasa (8/8). SR tewas diduga setelah berkelahi dengan rekan di sekolahnya.

Keluarga korban, Abdul Rohim membantah adiknya punya riwayat penyakit seperti apa yang disebutkan pihak sekolah, dinas terkait dan kepolisian. Padahal selama ini adiknya tersebut sehat bahkan sehari sebelum meninggal sempat bermain layangan seperti biasa tanpa ada tanda-tanda sakit.

Rohim melanjutkan, dari informasi nenek korban, SR kerap mendapatkan perlakuan kasar dari DR (terduga pelaku) dan ibunya pernah mendatangi rumah terduga pelaku untuk mengadukan kelakuan DR yang kerap mengasari SR.

"Kami terbuka untuk keluarga terduga pelaku untuk menyelesaikan kasus ini. Tapi keluarga juga sepakat kasus ini tetap berlanjut di pihak kepolisian," kata Abdul Rohim di SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, seperti dilansir Antara, Rabu (9/8).

Ia pun menyesalkan terjadinya kasus ini di lingkungan sekolah, seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman bagi adiknya yang tengah menimba ilmu tersebut. Pihaknya juga meminta kepada polisi agar secepatnya menyelesaikan kasus yang menewaskan adiknya itu.

"Keluarga terduga pelaku harus bertanggung jawab, karena akibat kejadian Selasa, (8/8) adik saya meninggal dunia secara tidak wajar," tegasnya.

SR (8) tewas diduga akibat berkelahi dengan rekannya sendiri berinisial DR. "Kami masih melakukan penyelidikan dan mengautopsi jenazah korban yang bersekolah di wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi di Sukabumi, Selasa (8/8).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini terungkap saat wali kelas II SDN Lengkoweng Ruhiyat berpapasan dengan DR yang tengah menangis hendak menuju ke ruang kelasnya. Saat ditanya dirinya baru saja berkelahi dengan SR di halaman sekolah dan mengaku bahwa rekannya tersebut sempat pingsan.

Dia yang menerima informasi tersebut bergegas ke halaman sekolah dan membawa SR ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS). Karena tidak kunjung siuman, pihak sekolah pun langsung membawanya ke Puskesmas Cicantayan dan memberi kabar orangtua SR.

Namun ternyata dari hasil pemeriksaan medis pihak Puskesmas, pelajar kelas II ini sudah meninggal dunia. Keluarga korban pun langsung membawa pulang ke rumahnya untuk dikebumikan. [msh]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini