Keluarga Pasien Meninggal Positif Corona di Solo Dikarantina 14 Hari
Merdeka.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut dua pasien yang dirawat di RSUD Moewardi Solo positif Covid-19. Dinas Kesehatan Jateng telah melakukan isolasi tempat tinggal pasien yang meninggal, dan sejumlah anggota keluarga pasien saat ini menjalani karantina selama sepekan hingga 14 hari untuk meminimalisir kasus penularan Covid-19.
"Ada dua positif corona pasien. Satu sudah meninggal sudah dikebumikan di Magetan Jatim, dia jualan di Solo. Sedangkan satu pasien dalam pantauan (PDP) masih menjalani perawatan di Moewardi," kata Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Jumat (14/3).
Dia menyebut sampai saat ini jumlah pasien dalam pengawasan Virus Corona atau Covid-19 di Jawa Tengah sampai Maret 2020 tercatat sebanyak 46 orang.
"Total 46 pasien dalam pengawasan tersebut dari hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak 37 hasilnya negatif," ungkapnya.
Terkait pasien positif corona yang meninggal punya toko di Solo sudah ditutup sementara waktu. Penutupan untuk proses karantina mulai hari ini dilakukan bagi semua anggota keluarga si pasien.
"Empat toko di Solo dan akan ditutup sehari penuh agar kita bisa melakukan penyelidikan dan penelusuran untuk penularan virusnya," terangnya.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur untuk melakukan menelusuri pergerakan pasien yang meninggal dunia tersebut. Sebab sebelum meninggal dunia, pasien sempat mengikuti sebuah seminar di Bogor, Jawa Barat (Jabar).
"Untuk koordinasi Pemprov Jatim karena asal keluarga pasien di Magetan. Kita minta telusuri riwayat keluarga yang bersangkutan, untuk mengetahui di mana saja sempat disinggahi pasien. Tentunya dengan peserta seminar kita akan periksa kesehatannya semua, kita bergerak di mana saja, dan kontak dengan siapa saja," jelasnya.
Ganjar mengimbau kepada masyarakat pernah berkomunikasi atau berhubungan dengan pasien yang meninggal dunia agar melaporkan ke puskesmas, rumah sakit, atau dinas kesehatan.
"Agar bisa dilakukan pengecekan sehingga bisa mencegah penyebaran," ungkapnya.
Saat ini total pasien dalam pengawasan Covid-19 masih dirawat di sejumlah rumah sakit di daerah. Di rumah sakit (RS) Tegal sebanyak satu orang, RS Tidar Magelang sebanyak dua orang, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto satu orang, RSUD dr. Moewardi Surakarta sebanyak tiga, RSUD Tugurejo Kota Semarang, dan RSUP dr. Kariadi sebanyak satu.
Berhubung virus korona sudah masuk ke Jateng, kata Ganjar, meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun, warga Jateng diminta untuk tidak panik dalam menghadapi penyebaran virus korona. "Kami himbau masyarakat yang sekiranya tidak terlalu penting untuk urusan pertemuan, kita kurangi dan ke luar negeri dulu," tutup Ganjar.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya