Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga masih trauma insiden Jembatan Cinta di Bali ambruk

Keluarga masih trauma insiden Jembatan Cinta di Bali ambruk Jembatan Cinta di Klungkung roboh. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Keluarga korban insiden ambruknya Jembatan Cinta di Pulau Ceningan, Nusa Penida, Bali mendapat santunan. Mereka juga meminta pemerintah membuat jembatan itu menjadi permanen.

Salah seorang keluarga korban, Gede Sulianta mengaku, masih terpukul atas insiden menewaskan dua anaknya. Adapun kedua anaknya, yakni Putri krisna dewi (9) dan Mustika savitri (6).

"Saya hanya berharap jembatan ini dibuat permanen. Jangan dikembalikan seperti model yang sebelumnya. Itu akan membuat kami yang kehilangan trauma, saya anggap semua ini musibah," tutur Sulianta, Sabtu (26/11).

Dengan nada terbata, dia sedikit menceritakan nahas itu. Kala itu kedua anaknya baru saja selesai sembahyang bersama ibunya. Putrinya terkecil di gendong dan kakaknya dituntun. Namun, nahas reruntuhan menimbun kedua putrinya.

"Kami anggap ini musibah dan kami berusaha untuk melupakan," ungkapnya.

Santunan diberikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengunjungi bersama 11 staff kementerian. Dalam acara ini Pastika juga didampingi Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menemui para keluarga korban.

Para keluarga ditinggalkan ini mendapat santunan masing-masing Rp 10 juta. "Tiada kata yang bisa kami ucapkan, pesan saya tetap semangat," terang Pastika.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP