Kekerasan di Pesantren Aceh Besar, Korban Batuk Darah dan Mata Lebam
Merdeka.com - Kasus dugaan kekerasan terjadi di pondok pesantren yang ada di Montasik, Aceh Besar. Seorang santri asal Kabupaten Simeulue mengaku dianiaya teman pesantrennya hingga mengalami cedera di bagian mata dan batuk darah.
Pengakuan santri itu terekam dalam video berdurasi 1 menit 32 detik yang beredar pada Rabu (31/8). Pada video itu terdengar suara seorang perempuan menggali informasi dari santri yang diduga diniaya. Mata kanan santri itu tampak merah seperti darah beku dan lebam kebiruan. Dia mengaku ditendang oleh kawannya sesama santri.
Korban juga mengaku mengalami batuk berdarah. Darah berwarna hitam juga keluar dari hidungnya. Namun, dia mengaku belum memberitahukan apa yang dialaminya kepada orang tua.
"Takut Bu," katanya. "Ngak dikasih sama ustaz?" tanya perempuan itu kembali.
"Ngak dikasih sama abangnya kawan tuh (abang pelaku)," jawab si santri.
Polisi Periksa Terduga Pelaku
Kapolres Aceh Besar Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam membenarkan tindak kekerasan itu terjadi di wilayah Aceh Besar. Polisi telah memeriksa korban, terduga pelaku, dan pihak lainnya.
"Kejadian itu terjadi di Dayah (Pesantren) Bustanul Ulum di Desa Bukit Baru, Kecamatan Montasik," kata Carlie dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (31/8).
Dia menjelaskan polisi sudah menangani kasus tersebut. Korban saat ini sedang mendapat rawat jalan.
"Pihak dayah masih mencoba menghubungi keluarga (santri) di Simeulue, tapi belum tersambung. Kami masih menunggu keluarga korban," ujarnya.
Sejauh ini, menurut Carlie, terduga pelaku kekerasan itu satu orang. Dia juga merupakan santri di Pesantren Bustanul Ulum.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya