Bea Cukai dan Polisi gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ekstasi
Bea Cukai dan Polisi gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ekstasi. Barang haram tersebut hendak diseludupkan melalui perairan Boya Patah, Bengkalis.
Petugas gabungan tersebut menyita 10.000 pil ekstasi seberat 3,38 kilogram.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bengkalis, Ariyadi Permana Hamdani mengatakan, awalnya, pada tanggal 15 Oktober, petugas mendapat informasi penyelundupan narkotika dari Malaysia.
“Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, lokasi masuk narkotika diketahui akan melewati perairan Sekodi Kabupaten Bengkalis menuju Perairan Kepulauan Meranti," ungkap Ariyadi, Senin (23/10).
Advertisement
Petugas pun membentuk tim laut, terdiri dari speed patroli BC 15048 dan Satgas Patroli Laut Bea Cukai 9004 yang siaga di Selat Panjang.
Tim darat juga bersiaga di Tanjung Buton, Kabupaten Siak. Kemudian, pada 16 Oktober 2023 petugas menangkap dua tersangka berinisial A dan FW di perairan Desa Sinunjung, Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti.
Seorang tersangka berinisial DF juga dibekuk di Jalan Tanjung Mayat, Selat Panjang.
"Tersangka A merupakan DPO NIC Mabes Polri, Polda Riau dan Resnarkoba Polres Jakarta Barat perkara penyelundupan 147 kg methampethamine pada tanggal 19 September 2023," lanjut Ariyadi.
Advertisement
Dari keterangan tersangka, petugas memperoleh informasi bahwa ketiganya akan mengambil narkotika dari tersangka lainnya, berinisial U di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di Boya Patah, Bengkalis.
"Tim gabungan pun melanjutkan pemantauan hingga menemukan speedboat yang dikendarai U. Dalam proses pengejaran, U terlihat membuang sebuah bungkusan plastik berwarna pink ke laut dan melarikan diri,” ujar Ariyadi.
Petugas kehilangan jejak akhirnya mengamankan bungkusan yang telah dibuang. Ternyata berisikan pil berwarna biru diduga narkotika jenis ekstasi.
Advertisement
Tersangka diduga melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Bea Cukai berkomitmen untuk terus mencegah masuknya narkotika demi melindungi masyarakat, mengingat narkotika telah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan masa depan bangsa," tegas Ariyadi.