Kecelakaan Bus Sriwijaya, Sopir Pengganti Tidak Paham Jalur dan Kelelahan
Merdeka.com - Polisi hampir merampungkan penyelidikan penyebab kecelakaan bus Sriwijaya yang menewaskan 35 orang akhir tahun lalu. Penyebab sementara karena kesalahan manusia dan faktor kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Juni, mengatakan dari kelalaian manusia ditemukan beberapa fakta. Yakni sopir bus Fery Efrizal mengalami kelelahan akibat jarak tempuh yang jauh tetapi mengemudi dan belum mengenal jalur yang dilalui.
"Pengemudi kelelahan dan tidak paham dengan jalur. Dia hanya sopir pengganti saja, bukan rute yang biasa dilewati," ungkap Juni, Selasa (14/1).
Polisi juga mendapati surat izin mengemudi (SIM) milik sopir Fery sudah mati. Terdapat kelalaian yang dilakukan pengemudi saat berkendara.
"Jika sopir selamat atau masih hidup, dia jadi tersangka. Tapi faktanya dia turut meninggal bersama 34 orang lain," kata dia.
Sementara dari kendaraan, penyidik menemukan fakta tidak optimalnya kinerja mesin bus tepatnya terjadi kerusakan pada sistem rem. Ironisnya, perusahaan bus mengetahui hal ini namun tetap mengizinkan bus itu beroperasi.
"Sudah tahu bus bermasalah tetapi masih dijalankan (bawa penumpang," ujarnya.
Juni juga mengatakan, pihaknya juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran dalam penerbitan KIR. Dia mengakui izin KIR bus itu masih berlaku, namun harus dikaji lagi dikeluarkan sesuai prosedur atau tidak.
"Kasus ini masih didalami, hasil penyelidikan akan dikaji kembali. Tetapi intinya, kami masih mencari siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini (kecelakaan)," tegasnya.
Diketahui, bus Sriwijaya jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter dan masuk ke sungai di tikungan tajam Lematang, Pagaralam, Sumsel, Senin (23/12) malam. Kejadian itu menyebabkan 35 orang tewas dan 13 lainnya terluka.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya