Kasus Suap Taufik Kurniawan Berawal dari Jalan Rusak di Kebumen

Rabu, 27 Maret 2019 19:10 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Kasus Suap Taufik Kurniawan Berawal dari Jalan Rusak di Kebumen Bupati Kebumen M Yahya Fuad diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sidang Kasus suap Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menghadirkan eks Bupati Kebumen Yahya Fuad di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/3). Tindakan suap dilakukan karena menjadi sorotan bahwa daerahnya temui jalan berlubang atau disebut jeglongan Sewu.

Yahya sendiri menceritakan bahwa semenjak dilantik Bupati Kebumen Februari 2016 lalu harus berpikir bagaimana caranya untuk memperbaiki jalan rusak di wilayahnya.

"Jadi waktu itu saya langsung cari dana. Sebab di Kebumen banyak jalan rusak, di medsos sendiri disebut punya wisata baru," kata Yahya.

Maka dari itu, ia akan menggunakan dana APBD 2016 sudah disahkan pada bulan Desember. Lanjut, Yahya kemudian mencari dana infrastruktur lewat pemerintah pusat dengan berusaha menemui tujuh anggota DPR RI pada daerah pemilihan Kebumen yakni Taufik Kurniawan, dan Romahurmuziy.

"Total ada 7 orang anggota DPR RI wakil Kebumen. Kami temui saat berkunjung di Jakarta," jelasnya.

Dari tujuh orang tersebut, Taufik sendiri bisa mengusahakan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) perubahan tahun 2016 bisa menjadi solusi senilai Rp100 miliar. Tidak hanya di situ, ia minta kompensasi untuk mencairkan dana tersebut.

"Jadi Pak Taufik akan diusahakan dana dari DAK perubahan 2016 dengan fee kompensasi 5 persen," ujarnya.

Dengan fee 5 persen, oleh Yahya tidak langsung menyetujui karena lebih memilih berkoordinasi dengan pemborong. Para rekanan itu berkenan membantu Yahya, dengan harapan kecipratan proyek ke depannya. Meski itu juga belum menjamin karena ada sistem lelang.

Setelah itu, ada persetujuan bahwa uang komitmen fee itu tadi diserahkan melalui tiga tahap. Tahap pertama yang akhirnya diserahkan oleh Hojin sendiri sebesar Rp 1,6 miliar. Tahap kedua, uang Khayub senilai Rp 2 miliar diserahkan melalui Adi Pandoyo. Diberikan dalam rentan waktu antara bulan Juli sampai Agustus 2016.

Tahap ke-3 belum sempat disampaikan. Lantaran, Yahya sendiri keburu kena OTT perkara suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Semua hampir sesuai dengan dakwaan yang dibacakan seminggu lalu.

Sisa keterangan Yahya kepada jaksa KPK setelah itu sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) termasuk cara transaksi yang dibagi tiga tahap dan juga nominalnya.

Untuk diketahui, dalam perkara dengan terdakwa Taufik itu, total uang suap yang diterima terdakwa yaitu Rp 4,85 miliar. Taufik menerima suap dari Yahya sebesar Rp 3,65 miliar dan dari eks Bupati Purbalingga Tasdi sebesar Rp 1,2 miliar.

Selain Yahya, saksi yang dipanggil hari ini adalah Tasdi, pengusaha Hojin Ansori, Khayub M Lutfi, dan mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini