Kasus Robot Trading Fahrenheit, Polisi Sita Dokumen & Uang Rp30 M Milik Tersangka

Sabtu, 23 April 2022 15:50 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kasus Robot Trading Fahrenheit, Polisi Sita Dokumen & Uang Rp30 M Milik Tersangka Gedung Bareskrim Polri. ©2021 Google maps

Merdeka.com - Bareskrim Polri menyita sejumlah aset milik dua buronan kasus investasi ilegal robot trading Fahrenheit, HA dan FM. Di antaranya sejumlah dokumen, jam tangan Rolex, hingga rekening berisi Rp30 miliar.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan penyitaan ini berhasil usai melakukan penggeledahan terhadap rumah kedua buronan tersebut.

"Rumah sewa HA didapati buku tabungan atas nama HA dengan sejumlah dokumen," ujar Gatot saat dikonfirmasi, Sabtu (23/4).

Dari rumah tersangka FM, polisi juga menyita dokumen, jam tangan mewah dan perhiasan yang diduga hasil kejahatan.

"Kemudian rumah FM berupa buku tabungan atas nama FM, dokumen, perhiasan, jam tangan merk rolex kemudian laptop dan kamera," ungkap Gatot.

Polisi juga berhasil menyita uang sebesar Rp30 miliar dari sejumlah rekening milik kedua tersangka yang berhasil disita.

"Selain menggeledah, penyidik juga police line terhadap lokasi tersebut. Selain itu, penyidik melakukan pemblokiran terkait senilai Rp30 miliar," kata Gatot.

2 dari 2 halaman

Ajukan Red Notice

Sebelumnya, Polri mengajukan penerbitan red notice terhadap lima tersangka terkait kasus dugaan investasi ilegal robot trading Fahrenheit. Guna memburu para tersangka yang disebut kabur ke luar negeri.

"Penyidik akan mengajukan red notice terhadap 5 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat konferensi pers, Jumat (22/4).

Mereka yang bakal diterbitkan red notice adalah para tersangka berinisial HA, FM, WR, BY dan HD. Pihaknya kini sedang melengkapi sejumlah berkas perkara para tersangka kasus tersebut.

"Adapun langkah selanjutnya melakukan ekspose dengan JPU, kemudian pemeriksaan saksi ahli dan terakhir apabila berkas sudah lengkap maka akan dikirimkan ke JPU," ujarnya.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan jika sejauh ini pihaknya telah menetapkan 10 tersangka tersangka terkait kasus robot trading Fahrenheit. Dimana sebanyak 5 orang tersangka sudah ditahan, sedangkan 5 orang lainnya diduga kabur ke luar negeri.

"Total tersangka dalam kasus ini ada 10 orang. Kelimanya terindikasi berada di luar negeri," sebut Gatot.

Polisi sudah menetapkan dan menangkap tersangka, yakni Direktur Utama PT FSP Akademi Pro atau perusahaan bernama Hendry Susanto (HS) Selain Hendry, ada empat orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni D, IL, DB, dan MF. [ray]

Baca juga:
Polri Segera Ajukan Red Notice Terhadap 5 Tersangka Robot Trading Fahrenheit
Polisi Sita Apartemen & Blokir Rekening Rp44,5 M Milik Bos Robot Trading Fahrenheit
Rugi Rp37 Miliar, Laporan Ratusan Korban Trading Fahrenheit Dicueki Bareskrim
Kejagung Terima SPDP Kasus Robot Trading Fahrenheit
Polisi Lacak Aliran Dana Bos Robot Trading Fahrenheit Hendry Susanto

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini