Kasus Penularan Covid-19 di Solo Masih Tinggi, ada Puskesmas Ditutup

Jumat, 22 Januari 2021 03:03 Reporter : Arie Sunaryo
Kasus Penularan Covid-19 di Solo Masih Tinggi, ada Puskesmas Ditutup Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Meski telah diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun penambahan kasus Covid-19 di Kota Solo masih tinggi. Setelah memuncak pada Rabu pekan lalu hingga 300 kasus positif dalam sehari, penambahan pada hari berikutnya masih tinggi meski cenderung menurun.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, akumulasi jumlah warga yang terpapar hingga Kamis (21/1) petang mencapai 7.416. Dari jumlah tersebut, 4.652 di antaranya sembuh, 2.111 menjalani karantina, 307 dirawat di rumah sakit, dan 307 lainnya meninggal dunia.

Penularan virus Corona di Solo tidak hanya terjadi di perkantoran, namun juga melalui klaster keluarga dan tenaga kesehatan. Setelah pada Rabu kemarin kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang ada di kompleks Balai Kota Solo ditutup, kali ini giliran Puskesmas Ngoresan, Kecamatan Jebres bernasib sama. Penutupan dilakukan setelah ada tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona.

"Puskesmas Ngoresan ditutup setelah ada yang positif. Selain itu juga kita lakukan tracing, ada 25 yang di-tracing. Karena 25 itulah pelayanan kita tutup," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (21/1).

Ia berharap tidak ada lagi puskesmas atau perkantoran yang ditutup. Ia mengaku belum bisa mengevaluasi pelaksanaan PPKM. Pihaknya masih menunggu hingga tanggal 26 nanti atau seusai pelaksanaan PPKM. Jika ternyata penularan menurun drastis, bisa diartikan program tersebut berhasil.

"Kan ini (penambahan kasus tinggi) hasil tracing masa liburan. Setelah ini nanti bagaimana. Tanggal 26 itu baru kita lihat hasilnya (PPKM). Kemarin tambahannya masih 250 kok," tandasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini