Kasus penganiayaan ahli IT ITB di Tol Jagorawi mandek, ini kata Kejagung

Kamis, 12 Oktober 2017 00:01 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kasus penganiayaan ahli IT ITB di Tol Jagorawi mandek, ini kata Kejagung Pelaku penganiayaan Hermansyah. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komisi III DPR menanyakan alasan Kejaksaan Agung belum menerima berkas perkara 5 pelaku penganiayaan ahli IT ITB Hermansyah di Tol Jagorawi beberapa waktu lalu. Jampidum Noor Rachmad menilai, berkas perkara pelaku penganiayaan belum memenuhi beberapa unsur administrasi, semisal soal keterangan visum korban.

"Memang benar kejaksaan sekarang menangani perkara 170 pengeroyokan, korbannya ahli IT itu. Berkas ini dalam proses prapenuntutan. Kenapa dikembalikan ke penyidik karena beberapa pemenuhan unsur belum bisa dipenuhi," kata Noor di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10).

Oleh karena itu, Kejaksaan Agung mengembalikan berkas tersebut kepada penyidik Polri untuk dilengkapi sebelum kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

"Sehingga untuk memaksimalkan berkas ini ke pengadilan tentu biar firm sehingga dikembalikan ke penyidik dan petunjuk antara lain mengenai visum," tegasnya.

Di lokasi sama, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku telah menginstruksikan Jampidum untuk lebih aktif menanyakan perkembangan berkas itu kepada penyidik.

"Saya instruksikan Jampidum proaktif menanyakan ke penyidik tentang kelanjutan penanganan perkara pakar IT yang terjadi di jalan tol beberapa saat lalu," tukasnya. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Hermansyah
  2. Jakarta
  3. HM Prasetyo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini