Kasus Paket Takjil Maut di Bantul, Hasil Lab Temukan Racun di Bumbu Sate

Kamis, 29 April 2021 23:28 Reporter : Purnomo Edi
Kasus Paket Takjil Maut di Bantul, Hasil Lab Temukan Racun di Bumbu Sate Ilustrasi sate. ©iStock

Merdeka.com - Hasil uji laboratorium terhadap makanan sate yang menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (8) di Bantul telah diketahui. Diketahui jika bumbu sate mengandung racun jenis C.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan hasil lab telah keluar namun secara fisik belum diterima. Saat ini Polres Bantul belum mendapatkan surat resmi dari hasil lab itu, namun informasi tentang hasil lab sudah diketahui.

Ngadi mengatakan bahwa dari hasil lab diketahui jika takjil yang dibawa oleh Bardiman dari hasil orderan offline ojek online yang kemudian dikonsumsi oleh Naba ini mengandung racun. Racun, kata Ngadi diketahui berjenis C.

Meskipun demikian Ngadi enggan merinci racun jenis C ini seperti apa. Termasuk apakah mengandung sianida atau tidak. "Hasilnya sementara positif mengandung racun. Untuk racunnya jenis C," kata Ngadi, Kamis (29/4).

"Silakan diartikan sendiri. Yang jelas racun jenis C ini mudah didapatkan. Itu kan untuk di apotas ada racun itu. Obat tikus juga ada. Jenisnya ada yang cair dan yang padat," sambung Ngadi.

Ngadi merinci kandungan racun ditemukan dalam bumbu sate. Sementara untuk daging sate tidak ditemukan kandungan racun.

Ngadi menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan laboratorium untuk melanjutkan penyelidikan. Ngadi menjabarkan saat ini pihaknya terus melakukan penelusuran terhadap orang yang mengirimkan takjil berupa sate tersebut.

"Untuk pelaku masih kita telusuri. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi bisa segera kita amankan pelakunya," tutur Ngadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, takjil maut ini berawal saat Bardiman, ayah korban yang merupakan pengemudi ojek online, menerima order offline dari seorang perempuan di daerah Jalan Gayam, Kota Yogyakarta.

Saat itu, si perempuan meminta Bardiman mengantarkan paket takjil ke sebuah alamat di daerah Sewon, Bantul. Orderan offline ini pun diterima oleh Bardiman.

Sesampainya di tempat tujuan, kiriman paket takjil tak diterima oleh orang yang ada di alamat tersebut. Orang itu beralasan tak mengenal pengirim paket takjil dan tak merasa mengorder sesuatu lewat aplikasi online.

Paket takjil ini kemudian dibawa pulang oleh Bardiman untuk menu berbuka puasa. Saat itu, Bardiman beserta istri dan dua anaknya mengonsumsi paket takjil yang berisi sate ini.

Bardiman dan anak pertamanya memakan sate tanpa bumbu. Sementara istri dan korban bernama Naba memakan sate dengan bumbu. Saat mengonsumsi sate dengan bumbu itu, istri Bardiman dan Naba tiba-tiba muntah dan jatuh pingsan. Keduanya pun dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Naba tak berhasil diselamatkan oleh petugas kesehatan. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Keracunan Makanan
  3. Bantul
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini