Kasus Kotak Suara Kosong, KPU Akui Lalai dan Dokumen Pleno Tetap Aman

Selasa, 23 April 2019 18:43 Reporter : Bram Salam
Kasus Kotak Suara Kosong, KPU Akui Lalai dan Dokumen Pleno Tetap Aman Komisioner KPU karawang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Karawang mengakui kelalaian petugasnya atas kasus dokumen hasil pleno pemungutan suara Pemilihan Presiden yang tak ditemukan di dalam kotak suara. Petugas yang dimaksud adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 24 Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

"Kasus raibnya dokumen hasil penghitungan suara Pilpres di kotak suara yang sudah dikirim ke tingkat PPK murni kelalaian, tidak ada unsur kesengajaan. Diduga akibat kelelahan saat bekerja," ujar Ketua KPU Kabupaten Karawang, Miftah Farid, Selasa (22/4).

Dia menegaskan dokumen hasil rapat pleno dalam kotak suara Pilpres tidak hilang. Namun tertinggal di meja kantor Kelurahan Karawang Kulon. Kondisinya masih tersegel. Setelah dicek ulang, dokumen hasil pleno pilpres masih utuh baik lembar C1 maupun hasil rapat pleno KPPS. Hasil rekapitulasinya pun tak berubah.

"Dokumen utuh tidak ada yang hilang ataupun hasil C1 berhologram angka perolehan suara Pilpres masih sama dengan kedua saksi paslon Pilpres," katanya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Kursin Kurniawan akan tetap melakukan investigasi mendalam atas kasus ini meskipun KPU menyebut ada kesalahan teknis dan kelalaian petugas.

"Kita akan melakukan investigasi mendalam dan akan meminta keterangan lengkap petugas pengawas di lapangan," tegasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini