Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Kematian Suporter di Makassar, 13 Remaja Diamankan Polisi

Kasus Kematian Suporter di Makassar, 13 Remaja Diamankan Polisi Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengamankan 13 remaja yang mengejar seorang suporter PSM bernama Wahyudi (18) hingga meninggal dunia. Dari 13 yang ditangkap, sembilan merupakan pelaku utama.

Kepala Satreskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak menuturkan, dari 13 orang tersebut empat dipulangkan karena masih kurang bukti keterlibatannya.

"Sembilan pelaku utamanya, yang lain masih kurang alat bukti sehingga kita kembalikan ke orang tuanya. Tetapi yang empat orang ini tetap wajib lapor," kata Reonald, Jumat (14/10).

Reonald mengungkapkan dari sembilan orang ditahan, tujuh masih berstatus pelajar. Sementara dua orang sudah berstatus alumni.

"Ada yang dua hari lalu (ditangkap), ada yang tiga hari lalu. Ada yang menyerahkan diri satu orang," sebutnya.

Reonald mengungkapkan korban sebenarnya salah sasaran penyerangan. Sebelumnya, para pelaku memiliki dendam karena sebelumnya diejek.

"Balas dendam, karena sebelumnya diejek, tapi dia salah sasaran. Yang diincar itu adalah PGRI 1, ini (korban) PGRI 3," ucapnya.

Akibat perbuatannya, sembilan pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHP Juncto Pasal 80 Ayat (1) tentang undang-undang Perlindungan Anak.

Sebelumnya diberitakan, Seorang suporter PSM Makassar, Wahyudi (18) meninggal dunia akibat kecelakaan. Sebelum kecelakaan, Wahyudi dikejar orang tak dikenal (OTK) diduga begal bersenjata busur.

Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ), Uki Nugraha membenarkan bahwa Wahyudi merupakan anggotanya Chapter Banta-Bantaeng. Dia mengaku prihatin dan berduka atas meninggalnya Wahyuddin.

"Iya. Almarhum anggota LAJ Banta-bantaeng," ujarnya melalui telepon, Kamis (29/9).

Daeng Uki sapaan akrabnya mengaku awalnya mendapatkan informasi Wahyudi meninggal karena kecelakaan. Dia baru mengetahui Wahyudi mengalami kecelakaan hingga akhirnya meninggal dunia karena dikejar diduga begal.

"Entah kebetulan atau apa, kenapa selalu ini dari LAJ (korbannya). Kemarin dua orang jadi korban, ditambah lagi ini," kata dia.

Daeng Uki berharap kepolisian mengungkap pelaku dan meningkatkan keamanan Kota Makassar. "Artinya kita minta betul-betul kondisi keamanan di Makassar diperhatikan agar tidak terjadi lagi seperti ini," ucapnya.

Kepala Kepolisian Sektor Mamajang, Komisaris Mariana T Rante membenarkan perihal insiden nahas itu. Mariana mengungkapkan korban dinyatakan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit (RS).

"Iya itu informasi saksi. Korban meninggal karena parah itu memang terbentur kepalanya di bahu jalan, karena dia posisi di belakang di bonceng," jelas Mariana.

Mariana menjelaskan, kejadian berawal saat korban dan beberapa orang temannya melintas di jalan tersebut menggunakan sepeda motor. Namun dalam perjalanannya itu mereka tiba-tiba dikejar oleh orang tidak dikenal menggunakan busur panah.

Lantaran panik korban dan temannya pun kabur dengan kecepatan tinggi. Saat itu juga korban bersama temannya tidak bisa mengendalikan sepeda motornya hingga terjatuh.

"Jadi dia melintas di Veteran Selatan, setelah itu dikejar OTK, mungkin karena kecepatan tinggi dia tidak bisa kendalikan kendaraannya. Korban di bonceng temannya kemungkinan terlempar saat kecelakaan terjadi," ungkap Mariana.

Usai kejadian, korban sendiri sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar. Termasuk satu teman lainnya masih dirawat di RS Labuang Baji karena mengalami luka parah.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP