Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Tasikmalaya Terapkan Jam Malam
Merdeka.com - Warga Kota Tasikmalaya kini dibatasi jam aktivitasnya hingga pukul 8 malam. Kebijakan tersebut diambil menyusul terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya dalam beberapa hari terakhir.
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, pihaknya sepakat untuk membatasi kegiatan seni, budaya, ekonomi, dan lainnya, hingga pukul 20.00 WIB. Setelah itu, semua pelaku usaha harus tutup.
"Hasil rapat gugus tugas tadi siang, salah satunya kita ambil kebijakan membatasi seluruh kegiatan warga sampai jam 8 malam. Jika ada yang melanggar kita tindak tegas. Mohon masyarakat memahami. Kalau masyarakat disiplin, mereka adalah pahlawan sosial," kata Budi, Selasa (29/9).
Budi mengungkapkan, tindakan tegas yang diputuskan diambil karena terus bertambahnya klaster baru dan pasien yang terpapar Covid-19. Apalagi hingga saat ini proses tracing masih terus berjalan sehingga kemungkinan terburuk adalah semakin bertambahnya kasus warga yang terpapar Covid-19.
Saat ini, diungkapkan Budi, status Kota Tasikmalaya adalah zona oranye setelah sebelumnya sempat kuning.
"Besok kita tidak tahu statusnya akan bagaimana, tapi kita semaksimal mungkin dengan anggaran dan sumberdaya manusia seadanya untuk memerangi pandemi gelombang kedua ini," ungkapnya.
Ia mengaku bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak bisa memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Hal itu dikarenakan kondisi anggaran yang sudah sangat minim. Atas kondisi itu, ia meminta agar seluruh masyarakat lebih patuh dan kompak dalam menerapkan protokol kesehatan.
Saat ini, ungkap Budi, yang paling bermasalah di Kota Tasikmalaya adalah masih adanya warga yang memaksa melanggar menjaga jarak di setiap kegiatan. "Kalau masker sudah ok lah ya. Tapi masalah di Tasikmalaya sekarang terkait disiplin jaga jarak yang masih kurang. Jadi, semua toko, kegiatan atau apapun itu setelah jam 8 malam harus tutup dan berhenti beroperasi," ungkap Budi.
Kesepahaman antara pemerintah dengan masyarakat, menurutnya harus terjalin dengan baik. Jika tidak berjalan dengan baik, Budi mengaku khawatir resiko bertambahnya klaster baru dan kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya semakin tinggi.
"Kita ini perang harus lawan sama-sama, pemerintah dan masyarakat. Perlu diingat, kami berjuang ini untuk warga semua ya. Jadi kalau masih ada yang bandel, berarti mereka lah yang ingin wabah ini tetap ada," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengaku mendukung rencana pembatasan kegiatan malam itu. Dukungan itu karena saat ini di Kota Tasikmalaya sudah banyak bermunculan kasus dari transmisi lokal di Kota Tasikmalaya.
"Pembatasan aktivitas malam hari dan operasi itu penting, agar penularan yang tak terdeteksi bisa terputus. Karena sudah dipastikan ada transmisi lokal," kata Uus.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya hingga Selasa (29/9), total terdapat 145 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. 59 orang telah dinyatakan sembuh, 78 orang masih dalam perawatan, dan delapan orang meninggal dunia. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya