KASUM minta rekaman pembicaraan Muchdi dan Polycarpus dibuka
Merdeka.com - Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) mengungkapkan alasan pihaknya begitu ngotot untuk mengungkap rekaman yang hilang saat di persidangan kasus pembunuhan Munir. Menurut KASUM, rekaman tersebut merupakan bukti penting yang berisi koordinasi antara Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi PR dengan Polycarpus.
Sekretaris Eksekutif KASUM, Choirul Anam mengatakan, keinginan tersebut semakin kuat ketika Sudi Silalahi juga menyebut jika dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) sudah ditindaklanjuti. Padahal, menurutnya, rekaman ini justru belum diungkap.
"Kenapa kami terfokus pada rekaman? Karena kami ada miss leading yang dilakukan oleh Sudi Silalahi ketika penjelasan di Puri Cikeas, yang mengatakan bahwa betul dokumen TPF sudah ditindaklanjuti," ujarnya dalam konferensi pers di kantor LBH, Jakarta, Minggu (30/10).
Anam menjelaskan, pada saat Komisaris Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri pulang dari Seattle, Amerika Serikat, dia menemukan sebuah bukti baru. Bukti baru tersebut berupa sebuah chip telepon milik Polycarpus.
"Waktu itu komjen BHD datang ke Seattle hanya membawa potongan tubuh Munir untuk melihat asenikumnya. Yang kami ketahui dan kami konfirmasi tidak hanya tubuh Munir tapi juga chip telepon Polycarpus. Nah ketika beliau pulang dari Seattle, ketemu KASUM ada beberapa orang termasuk saya, itu dia mengakui bahwa mendapat sesuatu yang besar," jelasnya.
"Lalu sesuatu yang besar itu apa? Salah satunya rekaman suara yang mengatkan 'Siap, laksanakan, selesai' itu komnikasi antara Polycarpus dan Muchdi PR," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya