Karhutla Kaltim Meluas di 8 Kabupaten dan Kota

Senin, 9 September 2019 23:05 Reporter : Saud Rosadi
Karhutla Kaltim Meluas di 8 Kabupaten dan Kota Aksi Presiden Bolivia turun tangan padamkan kebakaran hutan. ©Courtesy of Bolivian Presidency/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur masih bermunculan seiring musim kemarau yang berlangsung. Tidak kurang 150 hotspot terpantau citra satelit, menyebar di 8 kabupaten dan kota.

Informasi diperoleh merdeka.com citra satelit sebagai peringatan kebakaran hutan dan lahan, yang diolah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hingga pukul 17.31 Wita sore ini, terpantau 180 hotspot di Kalimantan Timur.

Dimana untuk diketahui, 43 hotspot diantaranya, merupakan hotspot dengan prosentase kepercayaan sebagai titik api Karhutla, hingga lebih dari 80 persen.

Hotspot itu tersebar di kawasan Tabang di kabupaten Kutai Kartanegara, kabupaten Penajam Paser Utara, kabupaten Paser, juga di Tumbit di kabupaten Berau, kabupaten Kutai Barat, kabupaten Mahakam Ulu, kota Balikpapan serta Samarinda.

Di kabupaten PPU misalnya. Sejak pagi tadi, sedikitnya ada 4 lokasi Karhutla seperti di kelurahan Gunung Steleng, kelurahan Waru, Desa Giri Purwa, dan juga di kelurahan Petung. Tim berjibaku melakukan pemadaman.

"Kebakaran lahan gambut di Petung kali ini, lebih besar dari kejadian di 2016. Tim masih melakukan pemadaman," kata Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD kabupaten PPU Nurlaila, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (9/9).

Demikian dengan kejadian Karhutla di kabupaten Paser, yang bertentangan dengan kabupaten PPU. Tim gabungan setempat, juga terus melakukan pemadaman. "Kami masih melakukan pemadaman," kata petugas BPBD kabupaten Paser, Hendri, dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Temindung Samarinda Sutrisno mengatakan, musim kemarau di Kalimantan Timur, masih berlangsung hingga akhir Oktober 2019, dan musim hujan diperkirakan masuk di dasarian (10 hari) pertama November 2019. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini