Karhutla di Sumsel tahun depan diprediksi meningkat, biaya membengkak

Kamis, 8 November 2018 22:21 Reporter : Irwanto
Ilustrasi Kebakaran Hutan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel diprediksi bakal meningkat pada tahun depan. Otomatis, anggaran dikeluarkan akan membengkak atau lebih dari Rp 1 triliun.

Kepala Wilayah Daops Balai Pengendalian Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Sumatera, Tri Prayogi mengungkapkan, perkiraan itu lantaran adanya fenomena elnina atau kekeringan panjang di wilayah Sumsel pada tahun depan. Hal ini membuat potensi kebakaran sangat besar dibanding 2018.

"Ada elnina yang membuat kekeringan panjang, lebih lama dari tahun ini. Karhutla mudah terjadi," ungkap Tri, Kamis (8/11).

Dengan banyaknya karhutla, kata dia, otomatis akan menambah beban keuangan negara untuk melakukan pemadaman. Totalnya bisa melebihi dari biaya yang dikeluarkan di tahun ini di angka Rp 1 triliun.

"Besaran pastinya belum tahu, tapi mungkin lebih besar dari tahun ini," ujarnya.

Menurut dia, anggaran itu digunakan untuk pemadaman dan pemenuhan kelengkapan. Ada juga biaya untuk melakukan pencegahan sejak dini dengan melibatkan para petani dan masyarakat peduli api.

"Namun, kebakaran bisa dicegah jika masyarakat sadar bahayanya, tidak lagi membakar untuk membuka lahan. Saya kira, optimalisasi pencegahan perlu dilakukan," katanya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini