Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karantina Wisman Dipangkas Jadi Tiga Hari, Wagub Bali Berharap Ditiadakan

Karantina Wisman Dipangkas Jadi Tiga Hari, Wagub Bali Berharap Ditiadakan Bandara Ngurah Rai Bali dibuka untuk turis asing. ©SONY TUMBELAKA/AFP

Merdeka.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace menyatakan kebijakan pemerintah untuk memangkas masa karantina wisatawan mancanegara (wisman) menjadi tiga hari cukup membantu pariwisata di daerah itu. Namun, dia tetap berharap kewajiban karantina itu ditiadakan seperti di negara lain.

"Pusat sudah memutuskan karantina hanya tiga hari, walaupun kita masih kalah dengan Thailand yang melakukan nol karantina. Tapi saya yakin, dengan kebijakan tiga hari akan cukup membantu. Harapan kita ke depan, akan bisa kebijakannya sama dengan kompetitor-kompetitor kita," ujar Cok Ace.

Dia juga menyambut baik kebijakan pemerintah yang kembali mensyaratkan hasil negatif tes swab antigen untuk penumpang pesawat di dalam negeri. Dia optimistis wisatawan domestik (Wisdom) ke Bali akan meningkat dengan kebijakan itu.

"Dengan diganti syaratnya membolehkan juga memakai antigen, saya yakin wisdom yang ke Bali meningkat, pada hari-hari biasa sekitar 30 persen sampai 40 (Persen). Dan, apabila tidak ada perubahan kebijakan sampai akhir tahun, angkanya bisa meningkat sampai 100 persen," kata Cok Ace, saat dihubungi Kamis (4/11).

PHRI Prediksi Bali Kedatangan 5.000 Wisman per Hari

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mengurangi waktu karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman) menjadi tiga hari.

"Kita apresiasi Pemerintah Pusat telah mendengarkan usulan kita, bahwa karantina itu jangan lebih tiga hari. Pertama kita mengusulkan opsi pertama tanpa karantina opsi kedua walaupun karantina jangan lima hari apalagi delapan hari, maksimum tiga hari," kata Suryawijaya, saat dihubungi Kamis (4/11).

"Kalau hasil negatif (Covid). Jadi kita bisa memastikan mereka (Wisman) untuk bisa bisa berjalan-jalan, karena umumnya dari 19 negara itu Asian Market, kurang lebih untuk berliburnya mereka seminggu," imbuhnya.

Menurutnya, karantina tiga hari akan bisa mendorong dan mempercepat pemulihan di sektor pariwisata, khususnya kunjungan wisman. Dengan adanya aturan karantina tiga hari, pihaknya memprediksi sekitar 5 ribu wisman berkunjung ke Bali setiap hari.

"Untuk prediksi memang tidak gampang. Jadi, saat ini bisa 5 ribu per hari sudah sangat bersyukur. Iya (prediksi) 5 ribu akan berdatangan," katanya.

Dia mengakui saat ini belum ada wisman yang melakukan booking hotel karantina. Menurutnya, pihak hotel masih akan melakukan sosialisasi untuk menjual paket karantina.

"Ini kan baru diumumkan mereka harus jual paket dulu. Karena, dulu tantangannya adalah masalah karantina, mereka tidak akan datang untuk lima hari karantina. Sekarang sudah diturunkan menjadi tiga hari dan karantina itu bisa dilakukan di dalam kawasan hotel. Saya rasa optimistis akan bisa mulai secara bertahap wisman akan datang ke Bali," ungkapnya.

Terkait negara lainnya, seperti Thailand, yang membuat kebijakan tanpa karantina, di mengakui hal itu berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke Bali.

"Iya memang, banyak (wisman) rencana ke Bali, banyak juga yang mengalihkan ke Thailand, Maldives, Uni Emirat Arab, dan Turki, karena semua negara tersebut tanpa karantina. Iya pasti berpengaruh makanya kita usulkan opsi pertama tanpa karantina," ujarnya.

"Tapi, kita pahami pemerintah karena saat ini WHO telah (memantau) pengendalian daripada Covid-19 di Indonesia sehingga kita ekstra hati-hati, dan kita harus memaklumi," ujar Suryawijaya.

Sementara itu, terkait kebijakan tes antigen yang kembali diberlakukan untuk penumpang pesawat di Jawa dan Bali, Suryawijaya memprediksi sebanyak 15 ribu wisatawan domestik akan datang ke Bali setiap hari.

"Wisatawan domestik, prediksi saya akhir tahun nanti bisa akan mencapai 15 ribu per hari, karena dengan adanya kebijakan yang menjadi kendala tadinya dengan PCR. Kalau sekarang kebijakan tanpa PCR, kalau sudah dua kali vaksin saya rasa ini sangat bagus dan sangat fair," kata Suryawijaya.

Dalam hitungannya, dengan kunjungan wisdom 15 ribu per hari, tingkat hunian hotel akan terisi antara 30 hingga 35 persen. "Untuk tingkat hunian bisa mencapai 30 hingga 35 persen. Jumlah kamar di Bali kan sangat banyak, 146 ribu lebih," imbuhnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP