Kapolri kerahkan 2.000 personel bantu gempa dan tsunami di Sulteng

Senin, 1 Oktober 2018 20:00 Reporter : Merdeka
Kapolri kerahkan 2.000 personel bantu gempa dan tsunami di Sulteng Apel Pengamanan pemilu 2019. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan menambah personel guna membantu daerah pascabencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Sekarang sudah mulai banyak pasukan datang. Dari Polri sendiri kita rencanakan akan mengirim antara 1500 sampai 2.000. Yang sekarang baru masuk itu lebih kurang 400 Brimob," ucap Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Dia menampik bahwa di Palu terjadi penjarahan. "Bukan penjarahan, mereka itu lapar," celetuk Tito.

Meski demikian, dia memastikan akan meningkatkan pengamanan. Namun, kuncinya untuk mengimbau masyarakat untuk selalu taat hukum.

"Kita akan meningkatkan pengamanan, tapi sebetulnya solusinya bukan kita melakukan kekerasan kepada masyarakat. Tetap kita imbau mereka untuk mengindahkan hukum," jelas Tito.

Dia menuturkan, semuanya itu terjadi karena masyarakat panik dan takut kekurangan logistik. "Persoalan utamanya adalah mereka panik, karena takut kekurangan logistik, makanan, dan BBM. (Karenanya) BBM sudah dikirim mulai hari ini," tukas Tito.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di tempat sama, juga membenarkan ini semua lantaran warga panik.

"Ini kan masih baru berapa hari ini, masih kaget semuanya. Tenang, besok saya bersama Pak Menko memastikan sesuai perintah Pak Presiden, listrik sudah mulai jalan, semuanya fasilitas sudah terdukung ya. Bantuan terus kami berikan," tutur Hadi.

Karenanya, untuk kelancaran, masih kata dia, logistik yang sempat diambil oleh warga dari toko yang rusak, itu sepenuhnya akan diawasi oleh pemerintah. Termasuk pembayarannya. "Nanti akan dibayar oleh pemerintah itu," pungkasnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini