Kapolri jenguk anak perempuan yang selamat dari aksi bom di Polrestabes Surabaya
Merdeka.com - Anak korban pelaku pemboman di Mapolrestabes Surabaya, AIS (8 tahun), langsung mendapatkan perawatan inaentif. AIS selamat dari aksi pemboman yang dilakukan oleh pelaku yang diduga masih keluarganya.
Seperti yang terdapat dalam rekaman video yang viral, AIS awalnya dibonceng dengan menggunakan sepeda motor Supra L 3559 G, dan posisinya paling depan. Di belakangnya, ada dua pengendara lain menggunakan Beat nopol L6229 NN.
"AIS saat bom meledak di motor yang depan, dan terpental," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin (14/5).
AIS langsung diangkat oleh salah seorang petugas di lokasi, dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya. Sementara empat pelaku lainnya tewas di tempat.
Frans tidak mengungkapkan kondisi AIS sadar atau tidak. Pastinya, anak perempuan itu mengalami luka memar. "Luka memar dan lainnya yang berkaitan dari pengaruh benturan akibat terpental cukup jauh," tuturnya.
Ia berdoa, kondisi AIS bisa segera pulih. Bahkan, Kapolri Tito Karnavian sempat menjenguk AIS bersama korban-korban lainnya, termasuk petugas polisi terluka yang dirawat di sana.
Tito sendiri memastikan, kejadian pemboman di Mapolrestabes Surabaya ini keempatnya termasuk AIS masih satu keluarga. Berarti dengan ini, total ada tiga keluarga yang terlibat dalam kasus pemboman sejak kemarin di Jawa Timur.
"Sejak dari yang di tiga gereja pelakunya satu keluarga. Di rusun Sidoarjo, juga sekelurga. dan kami pastikan 60 persen keempat pelaku termasuk AIS ini masih satu keluarga," kata Tito di Surabaya, Senin (14/5).
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya