Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda: Mobil yang ditembaki polisi Lubuklinggau beli dari leasing

Kapolda: Mobil yang ditembaki polisi Lubuklinggau beli dari leasing Mobil diberondong tembakan polisi di Lubuk Linggau. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Asal muasal mobil Honda City yang ditembaki polisi Lubuklinggau beberapa waktu lalu mulai terkuak. Informasi sementara, mobil itu dibeli dari salah satu leasing.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, mobil tersebut milik yayasan yang belum diketahui namanya. Mobil itu dibeli secara kredit pada Januari 2017. Sisa kreditnya belum dibayar hingga peristiwa penembakan.

"Informasi awal, milik yayasan yang dibeli dari leasing. Dikasih DP Januari kemarin dan kredit berikutnya belum bayar lagi," ungkap Agung, Senin (24/4).

Sedangkan pergantian pelat asli di mobil tersebut, Agung menduga dilakukan agar tidak dicurigai polisi. Sebab, mobil itu beroperasi di Lubuklinggau sementara pelat asli berasal dari Jakarta. "Mungkin ya, mungkin takut, makanya pakai pelat BG biar tidak mencolok," ujarnya.

Namun, dugaan tersebut belum bisa dipastikan karena korban Diki (30) selaku sopir mobil masih menjalani perawatan intensif di RS Sobirin Lubuklinggau. "Masih dirawat, kita tunggu membaik dulu baru dimintai keterangan," ucapnya.

Sekadar mengingatkan, kejadian penembakan bermula saat polisi menggelar razia di jalan raya, Selasa (18/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba, datang mobil Honda City dengan kecepatan cukup kencang.

Begitu dihentikan, mobil tersebut tetap melaju dan menabrak seorang polisi. Beruntung, polisi tersebut tidak mengalami luka serius. Bahkan, warga yang ada di pinggir jalan juga nyaris tertabrak. Mobil mewah itu dikejar polisi namun tak berhasil. Petugas pun melepaskan tembakan ke arah mobil sehingga mengenai seorang penumpang hingga tewas. Beberapa kaca mobil itu pecah terkena peluru.

Para korban terdiri dari Surini (54), yang tewas di tempat dengan tiga luka tembakan di dada. Sementara empat korban lain kritis, masing-masing anak korban Surini, Dewi (35) tertembak di bahu, Indra (33) tertembak di leher, Novianti (30) dan bocah Genta (2) terkena tembakan di kepala, dan Diki (30) yang merupakan sopir mobil sekaligus anak angkat korban Surini terluka di perut akibat peluru polisi.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP